Bantu Warga Terdampak Covid-19, Bogor Buka Dapur Umum
Jum'at, 17 April 2020 - 08:52 WIB
loading...
Dapur umum. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
Selama sebulan kedepan Pemkot Bogor membuka dapur umum yang dimulai sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu 15 April 2020. Dapur umum ini sebagai wujud kepedulian Pemkot terhadap sesama yang ekonominya terdampak wabah Covid-19.
"Dapur umum di pusatkan di kantor Dinsos Kota Bogor, Jalan Merdeka, Bogor Tengah, Kota Bogor, perharinya ada 450 paket nasi. Jadi siapa aja yang membutuhkan, seperti tukang becak, ojek online, pemulung silahkan untuk mengambil nasi bungkus gratis ini," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Anggraeny Iswara, Jumat (17/04/2020).
Selain itu, kata dia, pihaknya saat ini tengah intensif melakukan pendataan terkait bantuan sosial yang akan diberikan kepada warga terdampak Covid-19. Hal ini agar penerima bantuan tepat sasaran dan tidak menerima ganda. Dia menyebutkan, ada dua data penerima bantuan sosial, yakni dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non DTKS.
DTKS artinya data kemiskinan yang ada di Kota Bogor yang memang sudah ada di dalam sistem Kementerian Sosial (Kemensos) dengan jumlah KK miskin71.111KK yang dibantu dari APBN melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako.
"DTKS ini diintervensi dari APBN dengan program PKH dan program sembako, tapi tidak semua yang dibantu karena anggaran APBN terbatas. Jadi yang dibantu ada35.923KK untuk sembakonya dan PKH ada29.466KK," ujarnya.
"Dapur umum di pusatkan di kantor Dinsos Kota Bogor, Jalan Merdeka, Bogor Tengah, Kota Bogor, perharinya ada 450 paket nasi. Jadi siapa aja yang membutuhkan, seperti tukang becak, ojek online, pemulung silahkan untuk mengambil nasi bungkus gratis ini," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Anggraeny Iswara, Jumat (17/04/2020).
Selain itu, kata dia, pihaknya saat ini tengah intensif melakukan pendataan terkait bantuan sosial yang akan diberikan kepada warga terdampak Covid-19. Hal ini agar penerima bantuan tepat sasaran dan tidak menerima ganda. Dia menyebutkan, ada dua data penerima bantuan sosial, yakni dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non DTKS.
DTKS artinya data kemiskinan yang ada di Kota Bogor yang memang sudah ada di dalam sistem Kementerian Sosial (Kemensos) dengan jumlah KK miskin71.111KK yang dibantu dari APBN melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako.
"DTKS ini diintervensi dari APBN dengan program PKH dan program sembako, tapi tidak semua yang dibantu karena anggaran APBN terbatas. Jadi yang dibantu ada35.923KK untuk sembakonya dan PKH ada29.466KK," ujarnya.
Lihat Juga :