Covid-19 Meningkat, Penerapan Prokes 3M Diminta Diefektifkan

Jum'at, 08 Januari 2021 - 13:55 WIB
loading...
Covid-19 Meningkat,...
Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin saat memberikan materi soal protokol kesehatan. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 diminta lebih diefektifkan,karena peningkatan kasus virus tersebut pada awal tahun 2021 initermasuk di Sulsel.

Hal ini, mendapatkan perhatian luar biasa dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar. Humas IDI Kota Makassar , dr Wachyudi Muchsin berharap agar dengan adanya peningkatan kasus ini, menyadarkan masyarakat agar jangan menganggap remeh pandemi Covid-19 , yang saat ini tingkat penyebarannya lebih masif akibat Pilkada dan liburan dari awal.

Baca Juga: IDI Makassar Berduka, Dua Dokter Gugur Melawan Covid-19

"Untuk itu, IDI Kota Makassar mengimbau agar tetap waspada serta disiplin protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), sebab Makassar masuk zona merah, sehingga kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, perkantoran, sosial, dan pendidikan perlu diketatkan kembali," kata dia saat jadi pemateri sosialisasi penanganan Covid-19 di depan ASN dan pengurus Dharmawanita Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sulsel di Ruang Pertemuan Perkimtan Sulsel, Jumat (8/1/2021).

Dirinya menjelaskan, dengan mematuhi 3 M itu, upaya yang paling efektif dan efisien bisa kita lakukan dalam menekan laju Covid-19 .

Apalagi, kata dia, saat ini, tingkat penularan Covid-19 kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak. Belum lagi adanya varian baru virus Corona atau SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris lebih menular.

Dokter Koboi, sapaan akrab Wachyudi Muchsin, mengatakan, penularan varian baru virus corona B117 ini, bisa mencapai 70 persen lebih berbahaya.

Baca Juga: IDI Makassar Dukung Anjuran IDAI Sekolah Tak Dibuka Sebelum Ada Vaksin

”Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah 'penularannya tinggi',” sebutnya.

Dokter Yudi menjelaskan, tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari data awal tahun kembali pecahkan rekor positivity rate capai 29,5 persen. Data harian positivity rate Indonesia ini sudah lima kali jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen.

Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan dampak dari klaster Pilkada 2020. Sejak September 2020 lalu, IDI Kota Makassar sudah mengingatkan bahayanya, terbukti saat ini kenaikan melonjak tajam selama Desember 2020 dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

" Penularan Covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Oleh karena itu, IDI Kota Makassar mendukung pemerintah untuk pengetatan protokol kesehatan hingga kurva positif Covid-19 menurun," terangnya.

Baca Juga: IDI Makassar Usulkan Pilkada Serentak Ditunda hingga Kasus COVID Melandai

Sementara, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sulsel, Mahammad Iqbal Suhaeb, juga mengajak kepada pegawai di lingkup jajarannya untuk tetap masing-masing menjaga kesehatan.

"Kita tetap berdoa agar tahun ini, jauh lebih baik dan pandemi Covid-19 ini, dapat segera berakhir, Amin YRA," ujarnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Sandiaga Uno Minta Warga...
Sandiaga Uno Minta Warga Cianjur Jaga Prokes usai Kasus Covid-19 Meningkat
Perubahan Iklim Disebut...
Perubahan Iklim Disebut Komnas HAM Jadi Krisis Terberat usai Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Infografis
Daftar 19 Pemain Timnas...
Daftar 19 Pemain Timnas Futsal Indonesia di 4Nations World Series
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved