Apes, Keluarga Miskin di Sragen Ini Justru Tak Pernah Terima Bansos, Kok Bisa?
Kamis, 07 Januari 2021 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan istrinya, Dwi hanya kerja serabutan. Jika ada kerjaan akan dilakukan. Tapi jika tidak ada maka hanya tinggal di rumah saja.
Sementara Perangkat Desa Karanganyar, Dwi Wijayanti menjelaskan sebenarnya Siam sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), namun belum pernah mendapat bantuan. Tetapi Ngadiyem menurut Dwi seharusnya sudah dapat bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Provinsi sebanyak 6 kali. Sedangkan Sugito belum pernah dapat apa-apa. "Saya ajukan BST tapi NIK nya tertolak, penyebabnya kurang tahu," terang dia.
Kasi Kesra Desa Karanganyar Suranto menekankan sudah ada upaya dari desa untuk membantu keluarga tersebut. "Mungkin selama COVID-19 ini juga sudah dapat. Saya ngecek melalui pak RT dan pak Bayan," katanya.
Sementara Kepala Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Kabupaten Sragen Nunuk Sri Rejeki saat dihubungi menyampaikan agar keluarga yang bersangkutan untuk datang ke kantor UPTPK Sragen. Tentu membawa KTP, KK, surat keterangan tidak mampu dan diagnosa sakit dari puskesmas. "Nanti disampaikan ke petugas UPTPK, setelah itu biar di survei," jelasnya.
Sementara Perangkat Desa Karanganyar, Dwi Wijayanti menjelaskan sebenarnya Siam sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), namun belum pernah mendapat bantuan. Tetapi Ngadiyem menurut Dwi seharusnya sudah dapat bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Provinsi sebanyak 6 kali. Sedangkan Sugito belum pernah dapat apa-apa. "Saya ajukan BST tapi NIK nya tertolak, penyebabnya kurang tahu," terang dia.
Kasi Kesra Desa Karanganyar Suranto menekankan sudah ada upaya dari desa untuk membantu keluarga tersebut. "Mungkin selama COVID-19 ini juga sudah dapat. Saya ngecek melalui pak RT dan pak Bayan," katanya.
Sementara Kepala Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Kabupaten Sragen Nunuk Sri Rejeki saat dihubungi menyampaikan agar keluarga yang bersangkutan untuk datang ke kantor UPTPK Sragen. Tentu membawa KTP, KK, surat keterangan tidak mampu dan diagnosa sakit dari puskesmas. "Nanti disampaikan ke petugas UPTPK, setelah itu biar di survei," jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :