Pembelajaran Tatap Muka Ditangguhkan, Ini Tanggapan Anggota DPRD dan Orangtua Siswa di Bogor
Selasa, 05 Januari 2021 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
"Buktinya mereka yang belajar jarak jauh tetap berkerumun dalam menggunakan fasilitas wifi gratis. Kalau seperti ini sama saja bohong, maka dari itu sebaiknya pembelajaran tatap muka saja, soalnya Pembelajaran jarak jauh sudah sangat tidak efektif dan merugikan," ungkapnya.
Sementara itu, Rosdiana (30) orang tua siswa asal Bogor Timur, Kota Bogor mengaku setuju pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan. Apalagi selama lebih dari 8 bulan anaknya hampir tidak serius mengikuti pembelajaran online. (Baca juga; Ketua DPRD DKI Sengaja Beberkan Data 6 Anggotanya yang Positif Covid-19, Ini Alasannya )
"Kemudian hasil evaluasi atau ujiannya jadi jeblok. yang biasanya rangking sekarang tidak lagi rangking. Kalau seperti ini siapa yang harus disalahkan. Untuk itu saya setuju pembelajaran tatap muka segera diterapkan," ungkap warga Bantarkemang, Bogor Timur, Kota Bogor itu.
Lain halnya dengan Intan (31), orangtua siswa asal Ciapus, Tamansari, Kabupaten Bogor. Dia mengaku tidak setuju dengan rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan bulan ini.
"Intinya saya masih trauma dan takut anak saya tertular virus corona. Saya nggak mau mengambil risiko hanya demi pendidikan tapi keselamatan anak saya terancam," ungkapnya. (Baca juga; Masih Sekolah Online, Warganet: Kalau Sampai 13 Maret, Ulang Tahun Dah Anak-anak Belajar dari Rumah )
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengaku berdasarkan hasil polling orang tua siswa, hampir sebagian besar orang tua siswa tidak setuju pembelajaran tatap muka yang dijadwalkan dilaksanakan 11 Januari 2020.
Sementara itu, Rosdiana (30) orang tua siswa asal Bogor Timur, Kota Bogor mengaku setuju pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan. Apalagi selama lebih dari 8 bulan anaknya hampir tidak serius mengikuti pembelajaran online. (Baca juga; Ketua DPRD DKI Sengaja Beberkan Data 6 Anggotanya yang Positif Covid-19, Ini Alasannya )
"Kemudian hasil evaluasi atau ujiannya jadi jeblok. yang biasanya rangking sekarang tidak lagi rangking. Kalau seperti ini siapa yang harus disalahkan. Untuk itu saya setuju pembelajaran tatap muka segera diterapkan," ungkap warga Bantarkemang, Bogor Timur, Kota Bogor itu.
Lain halnya dengan Intan (31), orangtua siswa asal Ciapus, Tamansari, Kabupaten Bogor. Dia mengaku tidak setuju dengan rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan bulan ini.
"Intinya saya masih trauma dan takut anak saya tertular virus corona. Saya nggak mau mengambil risiko hanya demi pendidikan tapi keselamatan anak saya terancam," ungkapnya. (Baca juga; Masih Sekolah Online, Warganet: Kalau Sampai 13 Maret, Ulang Tahun Dah Anak-anak Belajar dari Rumah )
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengaku berdasarkan hasil polling orang tua siswa, hampir sebagian besar orang tua siswa tidak setuju pembelajaran tatap muka yang dijadwalkan dilaksanakan 11 Januari 2020.
Lihat Juga :