Distribusi 77.760 vaksin COVID-19, Dinkes Jatim Tunggu Rekomendasi BPOM
Senin, 04 Januari 2021 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyatakan, selama belum ada instruksi BPOM dan Kemenkes, vaksin akan disimpan dan dijaga di ruangan dingin Dinkes Jatim yang suhunya 2-3 derajat. "Kami memiliki tiga ruangan. Sudah kami tata, satu ruang untuk vaksin COVID-19. Kapasitasnya 800.000 vaksin," katanya.
Disisi lain, Polrestabes Surabaya siap mengamankan pendistribusian vaksin COVID-19 hingga ke masyarakat. Tak hanya mengamankan, korps Bhayangkara tersebut juga siap melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait vaksin COVID-19.
"Terkait dengan vaksinasi di tahun 2021. Kami bekerjasama dengan Korem, Pemkot Surabaya yang tergabung dalam Satgas COVID-19, kita mencoba komunikasi secara proaktif. Kami akan melakukan pengamanan pendistribusian vaksin hingga pelaksanaan vaksinasi,” Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johny Eddizon Isir.
Pengamanan dilakukan, lanjut dia, sebab pelaksanaan vaksinasi di rumah sakit maupun puskesmas dikhawatirkan akan ada kerumunan. Menurutnya, proses vaksinasi akan ada penjadwalan agar tidak terjadi kerumunan yang bisa memicu penyebaran COVID-19. “Kuncinya adalah bagaimana proses penjadwalan dari target pelaksanaan vaksin. Mulai dari pendataan, screening hingga proses vaksinasi,” ujarnya.
Disisi lain, Polrestabes Surabaya siap mengamankan pendistribusian vaksin COVID-19 hingga ke masyarakat. Tak hanya mengamankan, korps Bhayangkara tersebut juga siap melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait vaksin COVID-19.
"Terkait dengan vaksinasi di tahun 2021. Kami bekerjasama dengan Korem, Pemkot Surabaya yang tergabung dalam Satgas COVID-19, kita mencoba komunikasi secara proaktif. Kami akan melakukan pengamanan pendistribusian vaksin hingga pelaksanaan vaksinasi,” Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johny Eddizon Isir.
Pengamanan dilakukan, lanjut dia, sebab pelaksanaan vaksinasi di rumah sakit maupun puskesmas dikhawatirkan akan ada kerumunan. Menurutnya, proses vaksinasi akan ada penjadwalan agar tidak terjadi kerumunan yang bisa memicu penyebaran COVID-19. “Kuncinya adalah bagaimana proses penjadwalan dari target pelaksanaan vaksin. Mulai dari pendataan, screening hingga proses vaksinasi,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :