Dampak Pandemi COVID-19, Produksi Tempe di Sleman Turun hingga 57 Persen

Sabtu, 02 Januari 2021 - 19:45 WIB
loading...
Dampak Pandemi COVID-19,...
Produsen tempe di Joho Condongcatur, Depok, Sleman. Foto ist
A A A
SLEMAN - Pandemi COVID-19 bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga berimbas pada keberlangsungan usaha produksi tempe di Sleman. Satu di antaranya seperti yang dialami oleh produksi tempe di Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, yang turun hingga 57%. Bahkan di Jakarta dan Jawa Barat, selama tiga hari 1-3 Januari 2021 memutuskan untuk mogok beroperasi

Hal ini lantaran kacang kedelai sebagai bahan dasar pembuat tempe berkurang. Sebab kedelai impor, sulit masuk Indonesia. Sementara kedelai lokal belum bisa memenuhi kebutuhan produksi. Sehingga harga kedelai juga mengalami kenaikan hingga 30%, yakni dari Rp7200 menjadi Rp9200 per kilogram (kg). (Baca juga: 80% Usaha Mikro Sudah Enggak Punya Tabungan, MUI: Orang Miskin Makin Banyak)

Pengusaha tempe di Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, Triono, 42 mengatakan kenaikan harga kedelai itu dirasa sejak awal pandemi, Maret 2020. Meski begitu tetap memproduksi tempe. Hanya mengurangi jumlahnya.

Yaitu dari rata-rata 700 kg per hari menjadi 300 kg per hari atau berkurang hingga 57%. “Ini dilakukan untuk tetap memenuhi permintaan pelanggan,” kata Triono, Sabtu (2/1/2020). ( Baca juga: Airlangga Bandingkan Krisis Covid-19 dengan 1998 dan 2008, Siapa Paling Parah?)
Selain itu, juga tidak menaikkan harga. Untuk tempe ukuran paling besar dengan berat 500 gram dijual dengan Rp6 ribu. Tempe ukuran 350 gram Rp3 ribu dan tempe dengan berat 100 gram dijual Rp2 ribu.“Dengan tidak ada kenaikan harga, permintaan pelanggan terus ada,” paparnya.

Untuk itu, berharap pemerintah memperhatikan para produsen tempe dengan menurunkan harga kacang kedelai.


(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Stabil, Perajin...
Harga Stabil, Perajin Tahu Tempe Lampung Masih Andalkan Kedelai Impor
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Peringatan Hari Tempe...
Peringatan Hari Tempe Nasional di Balikpapan, Akmal Malik: Jadikan Panganan Generasi Emas!
6 Juni 2024, Puncak...
6 Juni 2024, Puncak Hari Tempe Nasional Dipusatkan di Balikpapan Kaltim
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Berita Terkini
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved