Kasus Penembakan Anjing Xena, Pelaku Diduga Jual Barang Bukti

Sabtu, 02 Januari 2021 - 17:49 WIB
loading...
Kasus Penembakan Anjing...
Anjing bernama Xena yang akhirnya tewas akibat tertembak senjata api. Foto/Ist
A A A
BEKASI - Kasus penembakan anjing bernama Xena yang dilaporkan dalam Laporan Polisi nomor LP/516/K/III/2018/SPKT/Restro Bks Kota tanggal 9 Maret 2018 kini memasuki tahap penyidikan. Penembakan terjadi pada hari Selasa 27 Februari 2018 di Bekasi yang diduga dilakukan oleh Sudiono, Pimpinan CV Tytyan Abadi yang juga menjabat sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah Tempat Kejadian Perkara (TKP), menggunakan senapan angin.

Founder Rainbow Sanctuary Indonesia, Erika Kusuma mengatakan, terlapor diduga melakukan tindak pidana penganiayaan hewan berdasarkan Pasal 302 KUHP yang diancam dengan sanksi pidana 9 bulan penjara.

“Anjing Xena mengalami kelumpuhan dan dari hasil x-ray ditemukan dua buah peluru pada daerah tulang belakang. Namun peluru tidak dapat diangkat karena posisi peluru menempel pada tulang. Sehari-harinya Xena dirawat di Rainbow Sanctuary Indonesia, shelter milik Erika Kusuma, hingga akhirnya Xena menghembuskan napas terakhirnya,” kata Erika dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/1/2021).

Tanggal 31 Desember 2020 Polres Metro Bekasi Kota melakukan pemeriksaan atas saksi fakta bernama Irene dengan didampingi Umbu Samapaty, dan Josia Sihombing dari Team Hukum Umbu Samapaty. Dalam kesaksiannya, saksi hanya diminta mengkonfirmasi pernyataan yang telah diambil sebelumnya dalam proses lidik di Kepolisian.

“Saksi juga mendesak polisi agar mengusut kepemilikan senjata yang dimiliki oleh Terlapor,” kata Erika. (Baca juga: 5.087 Hewan Peliharaan di Jakpus Sudah Divaksin Anti Rabies )

Ketika team hukum menanyakan berita acara penyitaan barang bukti kepada penyidik, masih kata Erika, baru diketahui bahwa sampai saat ini polisi belum juga melakukan penyitaan barang bukti berupa senjata yang digunakan terlapor saat itu dikarenakan telah dijual.

“Kepemilikan senapan angin harus memiliki izin dari kepolisian dan berbagai persyaratan untuk mencegah penyalahgunaannya sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012,” terang Erika. (Baca juga: Cegah Rabies, Pemkot Jakarta Utara Vaksinasi 156 Hewan Peliharaan )

Apabila tidak memiliki izin tersebut, kata dia, terlapor diancam dengan sanksi pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara maksimal 20 (dua puluh) tahun sesuai Pasal 1 ayat (1) UU Darurat 12/1951. Selain itu, jika Terlapor terbukti menghilangkan barang bukti maka Terlapor dapat dikenakan sanksi pidana penjara 9 (sembilan) bulan berdasarkan Pasal 221 KUHP.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Aneh tapi Nyata, Anjing...
Aneh tapi Nyata, Anjing Menembak Seorang Wanita di AS
Rekomendasi
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Berita Terkini
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Infografis
AS Kembali Diguncang...
AS Kembali Diguncang Aksi Penembakan, 4 Tewas termasuk Pelaku
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved