Darurat Corona, Ini Solusi Dari FEB Unisma untuk UMKM
Kamis, 14 Mei 2020 - 16:08 WIB
loading...
A
A
A
Kehadiran pemateri yang memiliki latar belakang praktisi teknologi informasi dengan karya yang telah diakui secara nasional, diharapkannya dapat memberikan wawasan baru mengenai kondisi, tantangan, dan solusi praktis bagi pelaku UMKM untuk bersikap menghadapi tantangan pandemi COVID-19.
Dalam pemaparan materinya, Edi Prabowo Soebandi membuka dengan beberapa tantangan praktis teknologi informasi. "Terdapat tujuh tren digitalisasi dalam masa pandemi COVID-19 ini seperti empower dan enable (memberdayakan pekerjaan yang dapat dilakukan remote dari rumah), engage (keterikatan secara virtual), accelerate (efisiensi operasi), protect (keamanan data yang terjamin), reduce (pengurangan operasional), dan support (dukungan penuh dalam proses adaptasi teknologi)," ujarnya.
(Baca juga: Nyanyian Merdu Melody Membasuh Keresahan di Tengah Pandemi )
Tidak hanya itu, tren saat ini yang senantiasa berbagi menyebabkan konsep sharing economy menjadi primadona baru dalam dunia digital. "Banyak manfaat yang dapat kita rasakan dengan berbagi, seperti lebih transparan suatu proses, elastisitas pasar, biaya yang lebih terjangkau, dan terciptanya kebersamaan sosial melalui teknologi," imbuh Edi.
Lebih lanjut, dalam sesi tanya jawab pemateri memberikan saran praktis terkait bagaimana tetap bisnis bertahan dalam situasi pandemi seperti ini. "Baiknya, usaha kembali kepada core business masing-masing. UMKM tidak dalam posisi mengembangkan teknologi. Tetap berproduksi dan fokus pada bisnis intinya. Bergabung dengan platform marketplace seperti tokopedia, shopee, bukalapak yang ada untuk dapat tetap terkoneksi dengan pelanggan. Lebih bagus lagi, UMKM dapat mendorong pemerintah untuk dapat menciptakan suatu platform pasar digital UMKM sendiri yang dikelola BUMN sehingga dapat meningkatkan skala bisnis dan daya saing UMKM," pungkasnya.
Dalam pemaparan materinya, Edi Prabowo Soebandi membuka dengan beberapa tantangan praktis teknologi informasi. "Terdapat tujuh tren digitalisasi dalam masa pandemi COVID-19 ini seperti empower dan enable (memberdayakan pekerjaan yang dapat dilakukan remote dari rumah), engage (keterikatan secara virtual), accelerate (efisiensi operasi), protect (keamanan data yang terjamin), reduce (pengurangan operasional), dan support (dukungan penuh dalam proses adaptasi teknologi)," ujarnya.
(Baca juga: Nyanyian Merdu Melody Membasuh Keresahan di Tengah Pandemi )
Tidak hanya itu, tren saat ini yang senantiasa berbagi menyebabkan konsep sharing economy menjadi primadona baru dalam dunia digital. "Banyak manfaat yang dapat kita rasakan dengan berbagi, seperti lebih transparan suatu proses, elastisitas pasar, biaya yang lebih terjangkau, dan terciptanya kebersamaan sosial melalui teknologi," imbuh Edi.
Lebih lanjut, dalam sesi tanya jawab pemateri memberikan saran praktis terkait bagaimana tetap bisnis bertahan dalam situasi pandemi seperti ini. "Baiknya, usaha kembali kepada core business masing-masing. UMKM tidak dalam posisi mengembangkan teknologi. Tetap berproduksi dan fokus pada bisnis intinya. Bergabung dengan platform marketplace seperti tokopedia, shopee, bukalapak yang ada untuk dapat tetap terkoneksi dengan pelanggan. Lebih bagus lagi, UMKM dapat mendorong pemerintah untuk dapat menciptakan suatu platform pasar digital UMKM sendiri yang dikelola BUMN sehingga dapat meningkatkan skala bisnis dan daya saing UMKM," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :