Cuaca Ekstrem, Wabup Bandung Barat Hengki Minta Warga Waspada saat Hujan Deras
Senin, 28 Desember 2020 - 16:53 WIB
loading...
Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir ini menyebabkan terjadi sejumlah bencana alam di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Seperti longsor di Kampung Lebak Cihideung, RT 02/17, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia akibat tertimbun longsoran.
Kemudian yang terbaru, longsor juga terjadi di Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, sehingga mengancam terputusnya ruas jalan Cimahi-Lembang.
Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan mengakui jika saat ini intensitas hujan cukup tinggi. Warga diminta waspada terhadap potensi terjadinya bencana di wilayahnya masing-masing.
"Di KBB ini ada sejumlah desa dan kecamatan yang rawan bencana, khususnya longsor. Saya mengimbau warga waspada, karena sekarang intensitas hujan sedang tinggi," ucapnya, Senin (28/12/2020).
Ketika potensi bencana bisa terdeteksi sejak awal, kata Hengki, paling tidak bisa dilakukan antisipasi. Supaya tidak sampai mengakibatkan kerusakan parah atau korban jiwa dan materi yang lebih besar.
Menurutnya, ketika hujan deras turun warga yang memang wilayahnya rawan terjadi bencana sebaiknya mengungsi dulu ke tempat aman. Terutama warga yang tinggal di tempat-tempat miring atau berdekatan dengan tebing.
(Baca juga: Bapak Berlumuran Darah di Kota Bandung Diduga Korban Keberingasan Geng Motor)
"Saya juga selalu mengingatkan melalui medsos dan menawarkan bantuan kepada yang membutuhkan. Serta meminta BPBD dan Dinsos untuk selalu siap, karena dua dinas itu yang bersinggungan langsung ketika terjadi bencana," imbuhnya.
(Baca juga: Tubuh Berlumuran Darah, Seorang Bapak Diduga Korban Begal di Kota Bandung)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), KBB, Duddy Prabowo menyebutkan, menyiapkan 4 personel petugas piket 24 jam untuk memantau dan menerima laporan ketika terjadi bencana.
Bahkan menjelang Tahun Baru BPBD mendirikan Pos Pam di Lembang sebagai bentuk kesiagaan. "Petugas piket setiap harinya siaga, logistik juga aman. Jadi kami bisa cepat turun ketika terjadi bencana di daerah," ucapnya.
Seperti longsor di Kampung Lebak Cihideung, RT 02/17, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia akibat tertimbun longsoran.
Kemudian yang terbaru, longsor juga terjadi di Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, sehingga mengancam terputusnya ruas jalan Cimahi-Lembang.
Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan mengakui jika saat ini intensitas hujan cukup tinggi. Warga diminta waspada terhadap potensi terjadinya bencana di wilayahnya masing-masing.
"Di KBB ini ada sejumlah desa dan kecamatan yang rawan bencana, khususnya longsor. Saya mengimbau warga waspada, karena sekarang intensitas hujan sedang tinggi," ucapnya, Senin (28/12/2020).
Ketika potensi bencana bisa terdeteksi sejak awal, kata Hengki, paling tidak bisa dilakukan antisipasi. Supaya tidak sampai mengakibatkan kerusakan parah atau korban jiwa dan materi yang lebih besar.
Menurutnya, ketika hujan deras turun warga yang memang wilayahnya rawan terjadi bencana sebaiknya mengungsi dulu ke tempat aman. Terutama warga yang tinggal di tempat-tempat miring atau berdekatan dengan tebing.
(Baca juga: Bapak Berlumuran Darah di Kota Bandung Diduga Korban Keberingasan Geng Motor)
"Saya juga selalu mengingatkan melalui medsos dan menawarkan bantuan kepada yang membutuhkan. Serta meminta BPBD dan Dinsos untuk selalu siap, karena dua dinas itu yang bersinggungan langsung ketika terjadi bencana," imbuhnya.
(Baca juga: Tubuh Berlumuran Darah, Seorang Bapak Diduga Korban Begal di Kota Bandung)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), KBB, Duddy Prabowo menyebutkan, menyiapkan 4 personel petugas piket 24 jam untuk memantau dan menerima laporan ketika terjadi bencana.
Bahkan menjelang Tahun Baru BPBD mendirikan Pos Pam di Lembang sebagai bentuk kesiagaan. "Petugas piket setiap harinya siaga, logistik juga aman. Jadi kami bisa cepat turun ketika terjadi bencana di daerah," ucapnya.
(boy)
Lihat Juga :