Lumbung Pangan Jatim dan Strategi Kendalikan Inflasi
Senin, 28 Desember 2020 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
“Stabilitas harga komoditas strategis harus dijaga karena komoditas strategis berkontribusi terhadap garis kemiskinan. Jika harga naik, maka garis kemiskinan naik dan berdampak pada naiknya masyarakat miskin," katanya.
(Baca juga: Prediksi BI Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan IV )
Misalnya saja beras, komoditas ini berkontribusi 25,97% Garis Kemiskinan Desa dan 20,59% Garis Kemiskinan Kota. Kemudian, telur ayam ras berkontribusi 3,53% Garis Kemiskinan Desa dan 4,26% Garis Kemiskinan Kota, lalu Gula berkontribusi 2,89% Garis Kemiskinan Desa dan 2,06% Garis Kemiskinan Kota.
Selanjutnya, Daging Ayam Ras berkontribusi 2,28% Garis Kemiskinan Desa dan 3,83% Garis Kemiskinan Kota. Mie Instan berkontribusi 2,16% Garis Kemiskinan Desa dan 2,40% Garis Kemiskinan Kota, serta berbagai komoditas strategis lain.
“Semua komoditas tersebut dijual di Lumbung Pangan Jatim dengan harga di bawah harga pasar dan tentunya gratis ongkir, ini yang menjadi kontrol inflasi,” kata Tiat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Lumbung Pangan Jatim, Mirza Muttaqien mengatakan, sejak dibuka 21 April hingga 21 Desember 2020, total penjualan mencapai Rp26,04 miliar.
Rinciannya, penjualan outlet di Jatim Expo sebesar Rp12,56 miliar dan penjualan via daring Rp13,48 miliar. Total frekuensi pemesanan sebanyak 178.474 kali. “Dari jumlah itu, frekuensi pemesanan di outlet Jatim Expo sebanyak 84.222 kali dan melalui daring sebanyak 94.252 kali,” katanya.
(Baca juga: Prediksi BI Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan IV )
Misalnya saja beras, komoditas ini berkontribusi 25,97% Garis Kemiskinan Desa dan 20,59% Garis Kemiskinan Kota. Kemudian, telur ayam ras berkontribusi 3,53% Garis Kemiskinan Desa dan 4,26% Garis Kemiskinan Kota, lalu Gula berkontribusi 2,89% Garis Kemiskinan Desa dan 2,06% Garis Kemiskinan Kota.
Selanjutnya, Daging Ayam Ras berkontribusi 2,28% Garis Kemiskinan Desa dan 3,83% Garis Kemiskinan Kota. Mie Instan berkontribusi 2,16% Garis Kemiskinan Desa dan 2,40% Garis Kemiskinan Kota, serta berbagai komoditas strategis lain.
“Semua komoditas tersebut dijual di Lumbung Pangan Jatim dengan harga di bawah harga pasar dan tentunya gratis ongkir, ini yang menjadi kontrol inflasi,” kata Tiat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Lumbung Pangan Jatim, Mirza Muttaqien mengatakan, sejak dibuka 21 April hingga 21 Desember 2020, total penjualan mencapai Rp26,04 miliar.
Rinciannya, penjualan outlet di Jatim Expo sebesar Rp12,56 miliar dan penjualan via daring Rp13,48 miliar. Total frekuensi pemesanan sebanyak 178.474 kali. “Dari jumlah itu, frekuensi pemesanan di outlet Jatim Expo sebanyak 84.222 kali dan melalui daring sebanyak 94.252 kali,” katanya.
(msd)
Lihat Juga :