Kurangi Risiko Penularan COVID-19, FK Unair Tarik Kembali PPDS dari Rumah Sakit Jejaring
Rabu, 23 Desember 2020 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya PPDS, para dokter muda (DM) yang saat ini diterjunkan ke rumah sakit-rumah sakit juga mulai dipikirkan untuk ditarik. “Dan program DM ke rumah sakit kami akan hentikan juga sementara,” tukas Prof Bus panggilan akrab Prof Budi Santoso.
(Baca juga: Temukan Harga Rapid Test Antigen Tidak Wajar, Dinkes Blitar : Laporkan )
Prof Bus menyadari bahwa PPDS memang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Bagi PPDS bertugas di rumah sakit adalah tempat menimba ilmu yang sebenarnya. Begitupun bagi para dokter muda. Karena hanya di rumah sakit, mereka bisa menemukan kasus-kasus penyakit yang sebenar-benarnya. Tapi, kami tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan,” tuturnya.
Kenaikan pasien COVID-19 ini dibenarkan Direktur RSU dr Soetomo yang juga Ketua Gugus Kuratif COVID-19 Jatim, Dr dr Joni Wahyuhadi, SpBS (K). Dia mengatakan, di Jatim memang ada peningkatan angka kasus dan juga angka kematian akibat COVID-19 ini.
“Kami analisa karena salah satunya kelonggaran penerapan protokol kesehatan saat even libur panjang. Datanya ada. Pokoknya setiap libur panjang selalu grafiknya naik. Karenanya kami terapkan kebijakan tetap liburan tapi protokol kesehatan harus diterapkan,” jelas dr Joni.
(Baca juga: Temukan Harga Rapid Test Antigen Tidak Wajar, Dinkes Blitar : Laporkan )
Prof Bus menyadari bahwa PPDS memang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Bagi PPDS bertugas di rumah sakit adalah tempat menimba ilmu yang sebenarnya. Begitupun bagi para dokter muda. Karena hanya di rumah sakit, mereka bisa menemukan kasus-kasus penyakit yang sebenar-benarnya. Tapi, kami tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan,” tuturnya.
Kenaikan pasien COVID-19 ini dibenarkan Direktur RSU dr Soetomo yang juga Ketua Gugus Kuratif COVID-19 Jatim, Dr dr Joni Wahyuhadi, SpBS (K). Dia mengatakan, di Jatim memang ada peningkatan angka kasus dan juga angka kematian akibat COVID-19 ini.
“Kami analisa karena salah satunya kelonggaran penerapan protokol kesehatan saat even libur panjang. Datanya ada. Pokoknya setiap libur panjang selalu grafiknya naik. Karenanya kami terapkan kebijakan tetap liburan tapi protokol kesehatan harus diterapkan,” jelas dr Joni.
Lihat Juga :