Kebun Binatang Bandung Pilih Tak Berlakukan Rapid Test Antigen, Begini Alasannya
Selasa, 22 Desember 2020 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, mayoritas atau sekitar 60% pengujung kebun binatang Bandung berasal dari luar kota. Saat ini saja, rata rata pengujung harian sengaja 450 orang. Dengan aturan itu, diperkirakan pengujung bonbin akan rontok sekitar 60%.
Kondisi itu, kata dia, akan sangat berat. Apalagi pihaknya harus memberi makan satwa dengan jumlah dana yang tidak sedikit. "Imbas pembatasan beberapa waktu lalu, juga belum pulih. Kalau ini dibatasi lagi, bagaimana nasib satwa dan tenaga kerja kami," tuturnya.
Sulhan mengklaim, pihaknya memilih menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti mengukur suhu tubuh, mencuci tangan, menjaga jarak, menjadikan handsanitizer, dilarang makan di dalam tempat wahana dan lainnya.
Diketahui, Pemkot Bandung telah menerbitkan surat edaran bahawa setiap wisatawan wajib memiliki bukti negatif rapid antigen. Aturan tersebut tindak lanjut dari SE Gubernur Jabar Ridwan Kamilcdan BNPB khusus untuk libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Kondisi itu, kata dia, akan sangat berat. Apalagi pihaknya harus memberi makan satwa dengan jumlah dana yang tidak sedikit. "Imbas pembatasan beberapa waktu lalu, juga belum pulih. Kalau ini dibatasi lagi, bagaimana nasib satwa dan tenaga kerja kami," tuturnya.
Sulhan mengklaim, pihaknya memilih menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti mengukur suhu tubuh, mencuci tangan, menjaga jarak, menjadikan handsanitizer, dilarang makan di dalam tempat wahana dan lainnya.
Diketahui, Pemkot Bandung telah menerbitkan surat edaran bahawa setiap wisatawan wajib memiliki bukti negatif rapid antigen. Aturan tersebut tindak lanjut dari SE Gubernur Jabar Ridwan Kamilcdan BNPB khusus untuk libur Natal dan tahun baru (Nataru).
(shf)
Lihat Juga :