Hadapi Pandemi dan Lebaran, Ini yang Dilakukan Bank Mandiri
Rabu, 13 Mei 2020 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Transaksi ini, lanjutnya, terbatas hanya transaksi keuangan antar rekening Bank Mandiri, serta beberapa transaksi customer service. Khususnya terkait pembukaan blokir dan penggantian kartu debit, dimana kedua transaksi ini merupakan transaksi customer service yang paling dibutuhkan saat libur lebaran.
Sebagai bentuk dukungan pada kebijakan pembatasan aktivitas sosial guna memutus rantai penyebaran COVID-19, Bank Mandiri telah melakukan penutupan sementara kantor cabang sebesar 48,32 %. Dengan adanya himbauan dari Pemerintah untuk mengurangi aktivitas diluar, berimbas kepada jumlah transaksi dicabang yang semakin menurun.
"Kami menghimbau kepada seluruh nasabah untuk dapat menggunakan layanan Mandiri Online terbaru untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, termasuk melakukan transaksi pembayaran, transfer, pembayaran pajak, BPJS, telepon, kartu kredit, pembelian pulsa, pembukaan rekening deposito dan transaksi lainnya," paparnya.
Nasabah juga dapat membuka tabungan dimanapun tanpa harus ke kantor cabang maupun bertemu dengan staff perbankan, cukup dengan mengakses secara online
Transaksi periode bulan Februari ke Maret, trend transaksi melalui mandiri online, mandiri internet bisnis (MIB) dan ATM mengalami peningkatan. Untuk trend mandiri online meningkat sebesar 8.36%, trend transaksi melalui MIB meningkat sebesar 2.52%, trend transaksi melalui ATM meningkat sebesar 4-10% Khusus untuk EDC karena banyak merchant yang tutup mengakibatkan menurunnya transaksi melalui EDC sebesar 24.20%.
Untuk cabang yang melakukan operasional dalam masa pandemic covid-19, Bank Mandiri Region VllI/Jawa 3 khususnya telah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan.
Di antaranya penggunaan APD oleh seluruh frontliner, baik itu Customer Service, Teller, Security serta staf perbankan yang lain (berupa masker, hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh/thermogun diset ap cabang, sarung tangan medis, pemasangan petunjuk informasi mengenai COVID-19).
Sebagai bentuk dukungan pada kebijakan pembatasan aktivitas sosial guna memutus rantai penyebaran COVID-19, Bank Mandiri telah melakukan penutupan sementara kantor cabang sebesar 48,32 %. Dengan adanya himbauan dari Pemerintah untuk mengurangi aktivitas diluar, berimbas kepada jumlah transaksi dicabang yang semakin menurun.
"Kami menghimbau kepada seluruh nasabah untuk dapat menggunakan layanan Mandiri Online terbaru untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, termasuk melakukan transaksi pembayaran, transfer, pembayaran pajak, BPJS, telepon, kartu kredit, pembelian pulsa, pembukaan rekening deposito dan transaksi lainnya," paparnya.
Nasabah juga dapat membuka tabungan dimanapun tanpa harus ke kantor cabang maupun bertemu dengan staff perbankan, cukup dengan mengakses secara online
Transaksi periode bulan Februari ke Maret, trend transaksi melalui mandiri online, mandiri internet bisnis (MIB) dan ATM mengalami peningkatan. Untuk trend mandiri online meningkat sebesar 8.36%, trend transaksi melalui MIB meningkat sebesar 2.52%, trend transaksi melalui ATM meningkat sebesar 4-10% Khusus untuk EDC karena banyak merchant yang tutup mengakibatkan menurunnya transaksi melalui EDC sebesar 24.20%.
Untuk cabang yang melakukan operasional dalam masa pandemic covid-19, Bank Mandiri Region VllI/Jawa 3 khususnya telah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan.
Di antaranya penggunaan APD oleh seluruh frontliner, baik itu Customer Service, Teller, Security serta staf perbankan yang lain (berupa masker, hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh/thermogun diset ap cabang, sarung tangan medis, pemasangan petunjuk informasi mengenai COVID-19).
Lihat Juga :