Yusri: Sebagai Penanggungjawab, Koordinator Aksi Demo 1812 Bisa Terjerat Hukum

Jum'at, 18 Desember 2020 - 20:29 WIB
loading...
Yusri: Sebagai Penanggungjawab,...
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan koordinator aksi 1812 di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat bisa saja terjerat hukum bila sampai terbukti bersalah. Sebabnya, dalam aksi demo itu, ditemukan massa yang membawa senjata tajam, ganja, hingga melakukan pembacokan pada anggota yang bertugas di lapangan.

"Nanti yah soal itu sambil berjalan, bisa saja sebagai penanggung jawab, bisa saja (terjerat hukum)," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada wartawan, Jumat (18/12/2020). Menurutnya, polisi telah mengamankan 155 massa aksi demo 1812 di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat pada Jumat (18/12/2020) siang ini.

Jumlah itu kemungkinan bakal terus bertambah seiring perkembangan di lapangan, mengingat jajaran Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya pun telah melakukan penyekatan dan mungkin pula telah mengamankan massa aksi yang hendak ke Jakarta.

Polisi, kata dia, tengah memeriksa massa yang diamankan itu untuk mengetahui apakah mereka bagian dari massa aksi ataukah bukan. Sedangkan massa yang kedapatan membawa senjata tajam dan ganja hinngga melakukan pembacokan pada petugas yang tengah meminta massa bubar bisa saja terjerat hukum.

"Ada dua anggota yang terluka terkena sabetan senjata tajam saat melakukan pembubaran di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta. Disamping itu, ada 155 orang yang kami amankan dan sedang dilakukan pendataan serta pemeriksaan," tuturnya. (Baca: Mabes Polri: 455 Peserta Aksi 1812 Diamankan, 22 Orang Berada di Batalyon Infanteri Jaya Yudha 201)

Dia menambahkan, polisi tengah mendalami apakah mereka yang diamankan itu peserta aksi ataukah bukan dan apakah mereka bisa dikenakan undang-undang ataukah tidak, khususnya bagi orang yang kedapatan membawa sajam. Selain memgamankan orang, polisi juga mengamankan mobil komando massa aksi 1812.

"Ada satu mobil komando yang kita amankan karena memang yang jadi provokasi setiap ada demo, ada pasti mobil memang bukan untuk peruntukkannya. Mereka gunakan sebagai bahan menyampaikan pendapat," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Polisi Sebut Pelimpahan...
Polisi Sebut Pelimpahan Roy Suryo dan Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
Rekomendasi
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved