Tahanan Tewas di Sel Polres Tangsel, Keluarga: Kita Nggak Dikasih Memandikan dan Mengkafani
Rabu, 16 Desember 2020 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi kematian tahanan Polres Tangsel, Wakapolres Tangerang Selatan Kompol Stephanus Luckyto Andri Wicaksono membantah tahanan narkoba di Polres Tangsel yang berinisial SS (33) meninggal lantaran mendapat tindakan kekerasan oleh petugas.
"Intinya almarhum sebelum meninggal pada 9 Desember 2020 sudah pernah mengalami gejala sakit, dimana saat itu beliau mengalami sesak napas dan kami bawa ke salah satu rumah sakit di Serpong," ujarnya.
Dalam penanganan medis, SS diberikan bantuan pernapasan atau oksigen, obat sesak napas, dan ditreatment sekitar 1-2 jam. Saat kondisi mulai membaik yang bersangkutan dikembalikan lagi ke selnya. Namun, pada 11 Desember 2020 SS mengalami gejala sama.
"Kami lakukan pertolongan medis segera, tapi meninggal di jalan. Rekam medisnya ada semua termasuk visum yang dikeluarkan dari rumah sakit," kata Luckyto.
"Intinya almarhum sebelum meninggal pada 9 Desember 2020 sudah pernah mengalami gejala sakit, dimana saat itu beliau mengalami sesak napas dan kami bawa ke salah satu rumah sakit di Serpong," ujarnya.
Dalam penanganan medis, SS diberikan bantuan pernapasan atau oksigen, obat sesak napas, dan ditreatment sekitar 1-2 jam. Saat kondisi mulai membaik yang bersangkutan dikembalikan lagi ke selnya. Namun, pada 11 Desember 2020 SS mengalami gejala sama.
"Kami lakukan pertolongan medis segera, tapi meninggal di jalan. Rekam medisnya ada semua termasuk visum yang dikeluarkan dari rumah sakit," kata Luckyto.
(jon)
Lihat Juga :