Pemprov Jatim Terima Bantuan 50.000 Rapid Test Antigen COVID-19 dari BNPB
Rabu, 16 Desember 2020 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Pasien COVID-19 di Jatim Meningkat, Khofifah Sebut Warga Lengah Terapkan Protokol Kesehatan )
“Tentunya kita menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Misalnya penggunaan vaksin untuk garda terdepan seperti tenaga kesehatan, TNI dan Polri kita tentu akan ikut dengan petunjuk pemerintah pusat,” tandas Khofifah.
Sementara itu dr Herlin Ferliana, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menjelaskan, sebelumnya Gubernur Khofifah menghubungi BNPB untuk bisa memberi bantuan rapid test antigen. Kemudian saat ini sudah bisa terealisasi. “Alhamdulillah sudah terkirim 50.000 rapid test antigen ke Jatim. Alat ini tingkat kepekaannya cukup tinggi yakni 85%,” jelas Herlin.
Sehingga, lanjut Herlin, tingkat keefektifan alat ini juga makin tinggi dibanding dengan rapid antibodi. Jika rapid antibodi biasanya butuh waktu 1 hari dan swab butuh waktu 1 sampai 3 hari, dengan antigen hanya 1 sampai 2 jam hasilnya sudah bisa diketahui. “Dengan begitu penanganannya bisa lebih cepat,” ujar Herlin
“Tentunya kita menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Misalnya penggunaan vaksin untuk garda terdepan seperti tenaga kesehatan, TNI dan Polri kita tentu akan ikut dengan petunjuk pemerintah pusat,” tandas Khofifah.
Sementara itu dr Herlin Ferliana, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menjelaskan, sebelumnya Gubernur Khofifah menghubungi BNPB untuk bisa memberi bantuan rapid test antigen. Kemudian saat ini sudah bisa terealisasi. “Alhamdulillah sudah terkirim 50.000 rapid test antigen ke Jatim. Alat ini tingkat kepekaannya cukup tinggi yakni 85%,” jelas Herlin.
Sehingga, lanjut Herlin, tingkat keefektifan alat ini juga makin tinggi dibanding dengan rapid antibodi. Jika rapid antibodi biasanya butuh waktu 1 hari dan swab butuh waktu 1 sampai 3 hari, dengan antigen hanya 1 sampai 2 jam hasilnya sudah bisa diketahui. “Dengan begitu penanganannya bisa lebih cepat,” ujar Herlin
(msd)
Lihat Juga :