Ada Bukti Lakukan Politik Uang Namun Kasusnya Tak Dilanjutkan Bawaslu Kutai Timur

Rabu, 16 Desember 2020 - 14:45 WIB
loading...
Ada Bukti Lakukan Politik...
Tim Advokasi dan Legal Pasangan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB) menghormati keputusan Bawaslu Kutai Timur yang menyatakan tidak bisa melanjutkan laporan mereka terkait dugaan money politics. Foto Ist
A A A
SANGATTA - Tim Advokasi dan Legal Pasangan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB) menghormati keputusan Bawaslu Kutai Timur (Kutim) yang menyatakan sentra Gakumdu Pilkada Kutim Tahun 2020 tidak bisa melanjutkan laporan mereka terkait dugaan money politics yang terjadi di Sangkulirang, Kaltim. Namun berdasarkan pelaporan ke Panwascam Sangkulirang bukti bukti lengkap dan disertai dengan video.
Ada Bukti Lakukan Politik Uang Namun Kasusnya Tak Dilanjutkan Bawaslu Kutai Timur

“Bagaimana dinyatakan lemah untuk dilanjutkan ke ranah hukum sebagai mana amanat UU Pemilu, bukti yang diberikan, pengakuan saksi, terduga bahkan barang bukti yang ditemukan Panwascam di bawah kolong penginapan dinilai kurang kuat untuk membawa terduga ke pengadilan. Kasus ini, kami sayangkan akan terekam dalam jejak digital karena semua masyarakat mengetahui, tindakan masif dugaan tindak pidanan money politics di beberapa kecamatan yang terorganisir tiba-tiba mentah dengan alasan keterangan saksi satu dengan lainnya tak berkesuaian,” ujar Felly Lung, Tim Advokasi dan Legal ASKB, Rabu (16/12/2020).

Meski ASKB merupakan paslon peraih suara terbanyak dari paslon lainnya, namun dugaan pelanggaran UU Pemilu harus tetap berjalan dan ditegakkan demi supermasi hukum.
(Baca: Perusahaan Tambang China Rugi Rp200 Miliar Akibat Pembakaran Dump Truk, Alat Berat dan Mesin Smelter)

Selain itu informasi dihentikannya kasus ini Sentral Bakkumdu Kabupaten Kutai Timur dengan alasan tidak cukup saksi cukup mengherankan karena tidak ada informasi ke pelapor tetapi malah disampaikan ke media.

"Kami malah mengetahui dari Media dan tidak pernah Sentra Gakkumdu memperdalam atau menanyakan ke kami atas kekurangan yang dimaksud. Setiap kami tanya jawabannya sudah masuk ketahap selanjutnya tetapi tiba - tiba dihentikan," tegas Fajar Bagus.

Jika kurang saksi, kata Fajar Bagus, atau bukti tidak mungkin laporan kami dianggap lengkap oleh panwas Kecamatan Sangkulirang dan diproses ke tahapan selanjutnya.
(Baca: Buruh PT VDNI Melawan, Sejumlah Dump Truk Perusahaan dan 20 Motor Hangus Dibakar)

"Terduga aktor intelektual atapun terduga pemodal money politics ini harus terungkap karena ini memberikan preseden buruk buat jalannya demokrasi di Kutai Timur," tegas Ikhwan Syarif dan Fajar Bagus Tim Legal dan Advokasi ASKB.

Seperti diberitakan, seorang warga Sangatta Selatan berinisial AS didokumentasikan warga sedang membagikan uang kepada sejumlah pemilih dengan dalih sebagai relawan. Penerima uang sebesar Rp300 ribu wajib mengisi blangko pernyataan akan memenangkan salah satu Paslon. Hal ini sebagaimana pengakuan AS pasca video yang beredar.

Ketika ditanya oleh Panwas Kecamataan Sangkulirang di Penginapan Andalas Sangkulirang, AS yang datang bersama seorang pria dan menggunakan mobil. Mengaku perbuatannya, demikian sejumlah saksi yang menerima uang dari AS bahkan blangko surat pernyataan dan foto copy surat suara berhasil ditemukan semua terekam video dan viral di masyarakat.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Orang Diamankan Terkait...
3 Orang Diamankan Terkait Money Politics Pilkada Humbang Hasundutan, Salah Satunya Diduga ASN
Airin-Ade Difitnah Politik...
Airin-Ade Difitnah Politik Uang, Tim Hukum: Penghasut yang Menghalalkan Segala Cara
Dugaan Money Politics...
Dugaan Money Politics di Pilgub Kepri, Tim Ansar-Nyanyang Lapor Bawaslu
Kapolda Lampung Serukan...
Kapolda Lampung Serukan Pilkada Sehat dan Hindari Politik Uang
Dugaan Money Politics,...
Dugaan Money Politics, Bawaslu Kabupaten Serang Panggil Ratu Zakiyah
Artis Justy: Anwar Hafid...
Artis Justy: Anwar Hafid Satu-satunya Cagub yang Bersih dari Politik Uang
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Bawaslu Usul Blacklist...
Bawaslu Usul Blacklist Pelaku Money Politics dalam Pemilu, Golkar: Bisa Jadi Alternatif Penegakan Hukum
Tokoh Nahdlatul Ulama:...
Tokoh Nahdlatul Ulama: Muktamar NU Harus Bebas dari Politik Uang
Rekomendasi
Cape Verde Tantang Argentina...
Cape Verde Tantang Argentina di Babak 32 Besar, Akankah Kejutan Berlanjut?
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Tak Ada Lagi Alasan...
Tak Ada Lagi Alasan Tunda Penangkapan ICC kepada Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved