Bakal Lengser, Airin Lega Bangun Pondasi Tangsel
Rabu, 16 Desember 2020 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
"Tentunya hasil pencapaian ini bukan hanya dilakukan oleh Dindikbud, melainkan juga jajaran pegawai dan para guru sebagai garda terdepan pelayanan pendidikan di Kota Tangsel. Keberhasilan realisasi target ini merupakan hasil dari kolaborasi dan komitmen bersama yang dilakukan dinas, guru, dan pegawai," jelasnya. (Baca juga: Masker Wajah Mirip Power Ranger Cegah Infeksi Covid-19)
Di sektor kesehatan, pembangunan di Kota Tangsel juga tidak kalah pesat. Mulai dari angka harapan hidup di Tangsel yang mengalami kenaikan dari 72,07 tahun pada 2011 menjadi 72,41 tahun pada 2019 dan cakupan, serta alokasi JKN dengan program UHC mencapai 99,86% berdasarkan data per 31 Mei 2020.
Jumlah puskesmas juga mengalami penambahan dari yang tadinya sebanyak 25 unit pada 2011 menjadi 31 unit pada 2019. Begitu pun dengan RSUD, kini memiliki 3 gedung, dan RSUD tingkat kecamatan 2 unit. Jumlah posyandu juga bertambah dari yang tadinya 706 unit pada 2011 menjadi 859 unit pada 2019.
Keberhasilan pembangunan ini masih ditambah dengan pembangunan infrastruktur dasar warga seperti jalan, jembatan, trotoar, serta pelayanan masyarakat yang lebih mudah, cepat, dan efisien.
Pemkot Tangsel juga berhasil meningkatkan predikatnya sebagai Badan Publik dengan kualifikasi “Informatif”. Predikat tersebut merupakan pencapaian tertinggi dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik yang dinilai oleh Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Banten. (Baca juga: Lawan Juragan Kakap, Produk UMKM Siap Konsolidasi)
Airin mengungkapkan, keterbukaan publik ini dapat mendorong partisipasi dan peran masyarakat untuk lebih aktif dalam proses pembuatan kebijakan publik, bahkan keterbukaan informasi ini sebagai bentuk perlindungan hak masyarakat yang difasilitasi Pemkot Tangsel serta wujud tata pemerintahan yang baik.
“Pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik melalui peran aktif masyarakat dalam mekanisme pembuatan kebijakan publik,” ungkapnya. (Hasan Kurniawan)
Di sektor kesehatan, pembangunan di Kota Tangsel juga tidak kalah pesat. Mulai dari angka harapan hidup di Tangsel yang mengalami kenaikan dari 72,07 tahun pada 2011 menjadi 72,41 tahun pada 2019 dan cakupan, serta alokasi JKN dengan program UHC mencapai 99,86% berdasarkan data per 31 Mei 2020.
Jumlah puskesmas juga mengalami penambahan dari yang tadinya sebanyak 25 unit pada 2011 menjadi 31 unit pada 2019. Begitu pun dengan RSUD, kini memiliki 3 gedung, dan RSUD tingkat kecamatan 2 unit. Jumlah posyandu juga bertambah dari yang tadinya 706 unit pada 2011 menjadi 859 unit pada 2019.
Keberhasilan pembangunan ini masih ditambah dengan pembangunan infrastruktur dasar warga seperti jalan, jembatan, trotoar, serta pelayanan masyarakat yang lebih mudah, cepat, dan efisien.
Pemkot Tangsel juga berhasil meningkatkan predikatnya sebagai Badan Publik dengan kualifikasi “Informatif”. Predikat tersebut merupakan pencapaian tertinggi dalam pengelolaan keterbukaan informasi publik yang dinilai oleh Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Banten. (Baca juga: Lawan Juragan Kakap, Produk UMKM Siap Konsolidasi)
Airin mengungkapkan, keterbukaan publik ini dapat mendorong partisipasi dan peran masyarakat untuk lebih aktif dalam proses pembuatan kebijakan publik, bahkan keterbukaan informasi ini sebagai bentuk perlindungan hak masyarakat yang difasilitasi Pemkot Tangsel serta wujud tata pemerintahan yang baik.
“Pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik melalui peran aktif masyarakat dalam mekanisme pembuatan kebijakan publik,” ungkapnya. (Hasan Kurniawan)
(ysw)
Lihat Juga :