Baru Dibangun Dua Pekan, Tembok Penahan Jalan di Mojokerto Ambruk
Senin, 14 Desember 2020 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
"Kedalamannya mencapai dua meter, kalau tidak berhati-hati bisa terperosok. Apalagi saat hujan juga sudah sangat membahayakan jika dilewati, terlebih malam hari," terang Hudin.
(Baca juga: Kasus COVID-19 di Jatim Meningkat, Puluhan Warga Malah Bandel Tak Bermasker )
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengungkapkan, jebolnya tembok penahan jalan itu tergerus derasnya arus air hujan. Tak hanya merusak jalan, sekitar 1,5 hektare lahan padi yang siap ditanami rusak terendam banjir.
"Itu akses utama warga, tidak lewat jalan tersebut, warga harus memutar lebih jauh kurang lebih 5 kilometer," kata Zaini saat dikonfirmasi.
Zaini mengatakan, Pemkab Mojokerto sudah mengambil langkah-langkah darurat untuk mengatasi ruas jalan yang hampir terputus akibat tembok penahan jalan yang jebol itu. Yakni dengan memasang glasing-glangsing berisi pasir dan tanah guna menghindari meluasnya ruas halan yang hanyut akibat derasnya aliran sungai
(Baca juga: Kasus COVID-19 di Jatim Meningkat, Puluhan Warga Malah Bandel Tak Bermasker )
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengungkapkan, jebolnya tembok penahan jalan itu tergerus derasnya arus air hujan. Tak hanya merusak jalan, sekitar 1,5 hektare lahan padi yang siap ditanami rusak terendam banjir.
"Itu akses utama warga, tidak lewat jalan tersebut, warga harus memutar lebih jauh kurang lebih 5 kilometer," kata Zaini saat dikonfirmasi.
Zaini mengatakan, Pemkab Mojokerto sudah mengambil langkah-langkah darurat untuk mengatasi ruas jalan yang hampir terputus akibat tembok penahan jalan yang jebol itu. Yakni dengan memasang glasing-glangsing berisi pasir dan tanah guna menghindari meluasnya ruas halan yang hanyut akibat derasnya aliran sungai
(msd)
Lihat Juga :