Blusukan 10 Bulan Jadi Kunci Kemenangan Putra Pramono Anung di Pilkada Kediri
Minggu, 13 Desember 2020 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Dhito, kotak kosong bagian dari dinamika politik masyarakat Kabupaten Kediri. Dengan modal blusukan selama kurang lebih 10 bulan, Dhito sejak awal merasa yakin masyarakat Kabupaten Kediri akan memilih secara rasional. "Masyarakat Kabupaten Kediri akan memilih secara rasional," tambah Dhito. Dalam menjalankan pemerintahannya nanti Dhito juga yakin legislatif akan menjalankan fungsinya secara profesional.
Meski seluruh partai politik dan fraksi di parlemen Kabupaten Kediri merupakan pengusungnya, Dhito optimistis fungsi kontrol serta check dan balancing legislatif tetap akan berjalan dengan baik. Ia mencontohkan bagaimana parpol juga tetap memberi masukan dan arahan saat dirinya bekampanye. "Saya yakin DPRD akan bekerja secara profesional dan kredibel," tegas Dhito.
Wakil Ketua Dewan Kehormatan PDIP Jawa Timur Budi Sulistyono mengatakan, sebelum pelantikan, Dhito diharapkan aktif berkomunikasi dengan warga. Sebab mungkin masih ada warga yang belum tersentuh visi misi dan ingin mengungkapkan unek uneknya. "Ini sebagai lembaran bekal dan PR mas Dhito sebelum pelantikan," ujar Budi Sulistyono atau biasa dipanggil Kanang.
Selain itu Kanang juga meminta Dhito menemui Bupati Kediri yang akan digantikan. Pertemuan sebelum pelantikan tersebut terkait dengan pondasi ke depan yang mungkin akan diteruskan Dhito. Atau bahkan, kata Kanang ada pondasi yang tidak sesuai dengan visi misi Dhito. Termasuk juga mengakomodir aspirasi kotak kosong. Kanang berharap transisi kekuasaan di Kabupaten Kediri memiliki good will.
"Kalau tidak cocok dengan visi misi (pondasi), Mas Dhito juga harus terus terang," pungkas Kanang. Sementara sebagai orang tua, Pramono Anung berpesan kepada Dhito untuk menjauhi korupsi. Dhito diharapkan bisa membawa perubahan lebih baik di Kabupaten Kediri. Sebagai pemimpin milenial diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Kabupaten Kediri. Yakni soal ketersediaan air, pangan, lapangan pekerjaan dan infrastruktur primer.
"Pesan saya kepada Dhito jauhi korupsi, jauhi korupsi," ujar Pramono Anung.
Meski seluruh partai politik dan fraksi di parlemen Kabupaten Kediri merupakan pengusungnya, Dhito optimistis fungsi kontrol serta check dan balancing legislatif tetap akan berjalan dengan baik. Ia mencontohkan bagaimana parpol juga tetap memberi masukan dan arahan saat dirinya bekampanye. "Saya yakin DPRD akan bekerja secara profesional dan kredibel," tegas Dhito.
Wakil Ketua Dewan Kehormatan PDIP Jawa Timur Budi Sulistyono mengatakan, sebelum pelantikan, Dhito diharapkan aktif berkomunikasi dengan warga. Sebab mungkin masih ada warga yang belum tersentuh visi misi dan ingin mengungkapkan unek uneknya. "Ini sebagai lembaran bekal dan PR mas Dhito sebelum pelantikan," ujar Budi Sulistyono atau biasa dipanggil Kanang.
Selain itu Kanang juga meminta Dhito menemui Bupati Kediri yang akan digantikan. Pertemuan sebelum pelantikan tersebut terkait dengan pondasi ke depan yang mungkin akan diteruskan Dhito. Atau bahkan, kata Kanang ada pondasi yang tidak sesuai dengan visi misi Dhito. Termasuk juga mengakomodir aspirasi kotak kosong. Kanang berharap transisi kekuasaan di Kabupaten Kediri memiliki good will.
"Kalau tidak cocok dengan visi misi (pondasi), Mas Dhito juga harus terus terang," pungkas Kanang. Sementara sebagai orang tua, Pramono Anung berpesan kepada Dhito untuk menjauhi korupsi. Dhito diharapkan bisa membawa perubahan lebih baik di Kabupaten Kediri. Sebagai pemimpin milenial diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Kabupaten Kediri. Yakni soal ketersediaan air, pangan, lapangan pekerjaan dan infrastruktur primer.
"Pesan saya kepada Dhito jauhi korupsi, jauhi korupsi," ujar Pramono Anung.
(shf)
Lihat Juga :