Remaja Perempuan di Makassar Nyaris Jadi Korban Perdagangan Manusia
Kamis, 10 Desember 2020 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kenal dari Aplikasi Chatting, 2 Perempuan di Bawah Umur Nyaris Dijual
"Di situ baru dikasih tahu lokasi tempatnya akan bekerja sebagai pemandu tamu karaoke . Di Kota Dobo, salah satu Pulau di Maluku. Dijanji penghasilan besar, tapi dengan syarat tidak memberitahukan keluarganya. Semua administrasi diurus Niken," ungkap Lukman.
Dia melanjutkan, In curiga ketika Niken membawanya ke sebuah wisma tidak jauh dari Bandara Sultan Hasanuddin , Kecamatan Biringkanaya pada Minggu 6 Desember, sekitar pukul 17.00 Wita. Di sana In diperkenalkan dengan wanita lain bernama Lia.
Perempuan bernama Lia ini sambung Lukman, kembali menambah fasilitas In selama pelarian ke berbagai tempat di Kota Makassar. In bahkan dibuatkan KTP baru tanpa diketahui oleh keluarganya. Pembuatan identitas baru untuk memudahkan pengurusan administrasi In mengurus paspor, hingga tiket pesawat ke daerah tujuan, di Dobo.
Dilanjutkan Lukman, selama berada di bawah pengawasan Lia, Niken dan Firsah, In mengaku mendapat perlakuan baik. Makan, minum, sampai uang saku tiap hari diberikan. "Di wisma itu ada beberapa perempuan lain yang diduga korban yang sama seperti In," ucapnya.
Dari pengakuan In, ada empat orang sebayanya dengan asal daerah yang beragam, salah satunya Parepare. In dan satu rekannya sama-sama berasal dari Makassar. "Sampai ada na dengar ini anak ada lagi dua orang yang mau diambil dari Manado sama Bantaeng," imbuh Lukman.
Dia menerangkan, Lia mulai membolehkan korban memberitahukan keluarganya, jika akan bekerja sebagai karyawan swalayan di Dobo. "Karena sudah dapat kabar begitu orang tua sama kakaknya ini anak senang. Kan lama menghilang," tuturnya.
Baca juga: Usai Kencan, Pemuda Ini Tega Jual Pacarnya Rp300 Ribu ke Pria Hidung Belang
"Di situ baru dikasih tahu lokasi tempatnya akan bekerja sebagai pemandu tamu karaoke . Di Kota Dobo, salah satu Pulau di Maluku. Dijanji penghasilan besar, tapi dengan syarat tidak memberitahukan keluarganya. Semua administrasi diurus Niken," ungkap Lukman.
Dia melanjutkan, In curiga ketika Niken membawanya ke sebuah wisma tidak jauh dari Bandara Sultan Hasanuddin , Kecamatan Biringkanaya pada Minggu 6 Desember, sekitar pukul 17.00 Wita. Di sana In diperkenalkan dengan wanita lain bernama Lia.
Perempuan bernama Lia ini sambung Lukman, kembali menambah fasilitas In selama pelarian ke berbagai tempat di Kota Makassar. In bahkan dibuatkan KTP baru tanpa diketahui oleh keluarganya. Pembuatan identitas baru untuk memudahkan pengurusan administrasi In mengurus paspor, hingga tiket pesawat ke daerah tujuan, di Dobo.
Dilanjutkan Lukman, selama berada di bawah pengawasan Lia, Niken dan Firsah, In mengaku mendapat perlakuan baik. Makan, minum, sampai uang saku tiap hari diberikan. "Di wisma itu ada beberapa perempuan lain yang diduga korban yang sama seperti In," ucapnya.
Dari pengakuan In, ada empat orang sebayanya dengan asal daerah yang beragam, salah satunya Parepare. In dan satu rekannya sama-sama berasal dari Makassar. "Sampai ada na dengar ini anak ada lagi dua orang yang mau diambil dari Manado sama Bantaeng," imbuh Lukman.
Dia menerangkan, Lia mulai membolehkan korban memberitahukan keluarganya, jika akan bekerja sebagai karyawan swalayan di Dobo. "Karena sudah dapat kabar begitu orang tua sama kakaknya ini anak senang. Kan lama menghilang," tuturnya.
Baca juga: Usai Kencan, Pemuda Ini Tega Jual Pacarnya Rp300 Ribu ke Pria Hidung Belang
Lihat Juga :