Remaja Perempuan di Makassar Nyaris Jadi Korban Perdagangan Manusia
Kamis, 10 Desember 2020 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Namun keluarga meminta bertemu malam itu juga, "Tapi tidak dibolehkan sama Lia, kan dia yang komunikasi sama orang tuanya ini korban. "Mulai dari situ ini anak curiga. Kenapa mau diberangkatkan tapi tidak dapat izin," jelas Lukman.
Sekitar pukul 02.00 Wita, Senin 7 Desember. Lia yang mengaku sebagai pemilik tempat hiburan malam di Dobo, memberikan pakaian bergaya minim. "Disuruh pakai. Tapi karena pakaian seksi-seksi makin curiga. Makanya dia bertanya kenapa saya mau kerja di swalayan tapi pakaian seksi begini," ungkap Lukman.
Tidak lama, korban mendengar perbincangan lewat telepon diduga pria hidung belang dengan Lia. "Ada bahasa Rp15 juta, kalau tiba di Dobo tapi harus layani laki-laki. Di situ marah. Ini Lia bilang kenapa ko tidak mau diboking, ini saja baru foto sudah ditawari Rp15 juta," imbuh Lukman.
Pagi harinya sekitar pukul 08.00 Wita, korban menelepon ke kakaknya, untuk menjemput dirinya di dekat bandara, tidak jauh dari depan toko kue, "Kabur lah di situ karena kurang pengawasan. Dijemput sama kakaknya dibawa pulang ke rumahnya. Diceritami sama keluarganya ini masalah," tuturnya.
Ketua P2TP2A Makassar, Andi Tenri A Palallo menyatakan, kasus ini mengarah ke perbuatan pidana, perdagangan manusia. Khususnya yang melibatkan perempuan sebagai objeknya.
Baca juga: Anak 13 Tahun Dilaporkan Hilang Ternyata Jadi Korban Trafficking
"Kasus ini jelas perdagangan manusia. Dari motif cerita dan kronologis kemudian bukti yang kami terima dan keterangan korban sekaligus saksi. Apalagi keluarganya masih trauma dan kebingungan harus berbuat apa," ungkapnya.
Saat ini kata Tenri, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Polrestabes Makassar untuk persoalan ini.
Sekitar pukul 02.00 Wita, Senin 7 Desember. Lia yang mengaku sebagai pemilik tempat hiburan malam di Dobo, memberikan pakaian bergaya minim. "Disuruh pakai. Tapi karena pakaian seksi-seksi makin curiga. Makanya dia bertanya kenapa saya mau kerja di swalayan tapi pakaian seksi begini," ungkap Lukman.
Tidak lama, korban mendengar perbincangan lewat telepon diduga pria hidung belang dengan Lia. "Ada bahasa Rp15 juta, kalau tiba di Dobo tapi harus layani laki-laki. Di situ marah. Ini Lia bilang kenapa ko tidak mau diboking, ini saja baru foto sudah ditawari Rp15 juta," imbuh Lukman.
Pagi harinya sekitar pukul 08.00 Wita, korban menelepon ke kakaknya, untuk menjemput dirinya di dekat bandara, tidak jauh dari depan toko kue, "Kabur lah di situ karena kurang pengawasan. Dijemput sama kakaknya dibawa pulang ke rumahnya. Diceritami sama keluarganya ini masalah," tuturnya.
Ketua P2TP2A Makassar, Andi Tenri A Palallo menyatakan, kasus ini mengarah ke perbuatan pidana, perdagangan manusia. Khususnya yang melibatkan perempuan sebagai objeknya.
Baca juga: Anak 13 Tahun Dilaporkan Hilang Ternyata Jadi Korban Trafficking
"Kasus ini jelas perdagangan manusia. Dari motif cerita dan kronologis kemudian bukti yang kami terima dan keterangan korban sekaligus saksi. Apalagi keluarganya masih trauma dan kebingungan harus berbuat apa," ungkapnya.
Saat ini kata Tenri, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Polrestabes Makassar untuk persoalan ini.
(luq)
Lihat Juga :