Miris! Nilai Tukar Petani Turun, Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata
Kamis, 10 Desember 2020 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, turunnya NTP dipengaruhi oleh inflasi yang rendah. Sehingga daya beli menurun. Di sisi lain, inflasi terlalu tinggi merugikan, namun deflasi terus menerus juga merugikan.
"Solusinya NTP harus diperhatikan. Bagaimana produksi, distribusi harus diperhatikan. Distribusi antar kabupaten harus diperhatikan, agar pasokan setiap daerah lancar. Kemudian diversifikasi pangan, penguatan cadangan pangan, penguatan pertanian modern, dan mendorong ekspor," kata dia.
(Baca juga: Sinis Tanggapi Kemenangan Eri-Armuji, Putra Inisiator PDIP: Itu Kemenangan Oligarki Risma )
Sementara itu, Mantan Menteri Pertanian Sarwono Kusumatmadja mengatakan, Indonesia harus mengenali potensi krisis, sehingga bisa terdeteksi sejak dini. Namun, potensi itu jangan membuat pesimistis. "Kita belum tahu kapan krisis akan terjadi. Khawatir boleh, tapi kita tetap harus optimistis akan kondisi ke depan," imbuh dia.
"Solusinya NTP harus diperhatikan. Bagaimana produksi, distribusi harus diperhatikan. Distribusi antar kabupaten harus diperhatikan, agar pasokan setiap daerah lancar. Kemudian diversifikasi pangan, penguatan cadangan pangan, penguatan pertanian modern, dan mendorong ekspor," kata dia.
(Baca juga: Sinis Tanggapi Kemenangan Eri-Armuji, Putra Inisiator PDIP: Itu Kemenangan Oligarki Risma )
Sementara itu, Mantan Menteri Pertanian Sarwono Kusumatmadja mengatakan, Indonesia harus mengenali potensi krisis, sehingga bisa terdeteksi sejak dini. Namun, potensi itu jangan membuat pesimistis. "Kita belum tahu kapan krisis akan terjadi. Khawatir boleh, tapi kita tetap harus optimistis akan kondisi ke depan," imbuh dia.
(eyt)
Lihat Juga :