Gubernur Aceh Ajak Relawan Covid-19 Bangun Koordinasi Hingga ke Pelosok Desa
Selasa, 08 Desember 2020 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, Nova berharap, kegiatan pelatihan relawan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Relawan Sedunia di Aceh. "Semangat berbuat tanpa pamrih, harus kita tunjukkan untuk sama-sama melawan Covid-19 yang masih melanda negeri kita."
Nova mengatakan, kerelawanan bukan hal baru di Aceh, perilaku itu telah mengakar sejak dahulu kala, bahkan menjadi sebuah kearifan lokal. Salah satunya dikenal dengan Meuseuraya atau Gotong-royong.
Hal itu terlihat ketika peristiwa Tsunami 26 Desember 2004 meluluh-lantakkan Aceh. Di hari-hari pertama bencana, kata Nova, seluruh warga Aceh di wilayah tak terdampak segera bergerak membantu mereka yang menjadi korban. Sampai selanjutnya, seluruh relawan di Indonesia dan dunia bergerak membantu rehabilitasi dan rekontruksi Aceh.
Semangat kerelawanan masyarakat saat itu, kata Nova, banyak meninggalkan kisah-kisah yang kemudian menjadi pemicu kepedulian sosial dalam bencana-bencana alam maupun non-alam selanjutnya.
"Termasuk dalam masa pandemi Covid-19 saat ini. Kita tahu bagaimana masyarakat dan para relawan telah ambil bagian dalam penanganan Covid-19 untuk membantu pemerintah. Misalnya, melakukan sosialisasi, menegur warga untuk patuh protokol kesehatan, sampai memberikan makanan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat yang menjalani isolasi mandiri."
Nova juga menjelaskan, pandemi Covid-19 telah merongrong setiap sendi kehidupan masyarakat. Covid-19 telah memaksa sejumlah aktivitas di berbagai sektor lumpuh. Sekolah ditutup, kantor-kantor memberlakukan sistem shift, sebagian perusahaan tutup, ekonomi masyarakat terpuruk, dan sejumlah dampak lainnya muncul.
Untuk mengatasi situasi buruk itu, kata Nova, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Aceh terus melahirkan berbagai kebijakan untuk melawan Covid-19 sejak kasus pertama ditemukan di Indonesia pada awal Maret 2020.
Nova mengatakan, kerelawanan bukan hal baru di Aceh, perilaku itu telah mengakar sejak dahulu kala, bahkan menjadi sebuah kearifan lokal. Salah satunya dikenal dengan Meuseuraya atau Gotong-royong.
Hal itu terlihat ketika peristiwa Tsunami 26 Desember 2004 meluluh-lantakkan Aceh. Di hari-hari pertama bencana, kata Nova, seluruh warga Aceh di wilayah tak terdampak segera bergerak membantu mereka yang menjadi korban. Sampai selanjutnya, seluruh relawan di Indonesia dan dunia bergerak membantu rehabilitasi dan rekontruksi Aceh.
Semangat kerelawanan masyarakat saat itu, kata Nova, banyak meninggalkan kisah-kisah yang kemudian menjadi pemicu kepedulian sosial dalam bencana-bencana alam maupun non-alam selanjutnya.
"Termasuk dalam masa pandemi Covid-19 saat ini. Kita tahu bagaimana masyarakat dan para relawan telah ambil bagian dalam penanganan Covid-19 untuk membantu pemerintah. Misalnya, melakukan sosialisasi, menegur warga untuk patuh protokol kesehatan, sampai memberikan makanan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat yang menjalani isolasi mandiri."
Nova juga menjelaskan, pandemi Covid-19 telah merongrong setiap sendi kehidupan masyarakat. Covid-19 telah memaksa sejumlah aktivitas di berbagai sektor lumpuh. Sekolah ditutup, kantor-kantor memberlakukan sistem shift, sebagian perusahaan tutup, ekonomi masyarakat terpuruk, dan sejumlah dampak lainnya muncul.
Untuk mengatasi situasi buruk itu, kata Nova, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Aceh terus melahirkan berbagai kebijakan untuk melawan Covid-19 sejak kasus pertama ditemukan di Indonesia pada awal Maret 2020.
Lihat Juga :