Berbekal Spiritualitas Kuat, Idris Bertekad Wujudkan Depok Bebas Korupsi
Sabtu, 05 Desember 2020 - 22:18 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Idris, kesempatan itu tak disia-siakannya, hingga kemudian politikus berusia 59 tahun ini giat belajar dan berhasil meraih gelar doktor di Fakultas Syari'ah Jurusan Tsaqofah Islamiyyah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi.
Berkat bekal ilmu keislaman itu, Idris pun getol untuk mencegah tindakan korupsi. "Tindakan korupsi hanya membawa pada mudharat dan kesengsaraan, baik bagi masyarakat maupun negara," kata dia dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (5/12/2020). (Baca juga: KPU Depok Distribusikan Logistik Pilkada ke Kecamatan, Termasuk Baju Hazmat dan Thermogun )
Idris mengaku jika prinsip tersebut mempengaruhi dirinya ketika membuat kebijakan dan program agar benar-benar efektif mencegah tindakan korupsi di Depok. "Sebagaimana arahan pemerintah pusat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kami akan berfokus pada program antikorupsi di tindakan pencegahan," ujarnya.
Berupaya membuktikan usahanya tersebut, Idris kerap melakukan berbagai kegiatan pembinaan antikorupsi yang melibatkan KPK dan para akademisi. Kerja kerasnya itu berbuah manis pada 2018. Ya, Depok mendapatkan penghargaan dari KPK karena mendapatkan nilai tertinggi dalam program Korsupgah (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi) di lingkup Jawa Barat.
Indikator yang menjadi penilaian dalam program tersebut di antaranya, perencanaan anggaran, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Peningkatan Kapabilitas (PK) Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), optimalisasi pendapatan, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), dan manajemen aset.
Berkat bekal ilmu keislaman itu, Idris pun getol untuk mencegah tindakan korupsi. "Tindakan korupsi hanya membawa pada mudharat dan kesengsaraan, baik bagi masyarakat maupun negara," kata dia dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (5/12/2020). (Baca juga: KPU Depok Distribusikan Logistik Pilkada ke Kecamatan, Termasuk Baju Hazmat dan Thermogun )
Idris mengaku jika prinsip tersebut mempengaruhi dirinya ketika membuat kebijakan dan program agar benar-benar efektif mencegah tindakan korupsi di Depok. "Sebagaimana arahan pemerintah pusat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kami akan berfokus pada program antikorupsi di tindakan pencegahan," ujarnya.
Berupaya membuktikan usahanya tersebut, Idris kerap melakukan berbagai kegiatan pembinaan antikorupsi yang melibatkan KPK dan para akademisi. Kerja kerasnya itu berbuah manis pada 2018. Ya, Depok mendapatkan penghargaan dari KPK karena mendapatkan nilai tertinggi dalam program Korsupgah (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi) di lingkup Jawa Barat.
Indikator yang menjadi penilaian dalam program tersebut di antaranya, perencanaan anggaran, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Peningkatan Kapabilitas (PK) Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), optimalisasi pendapatan, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), dan manajemen aset.
Lihat Juga :