Berbekal Spiritualitas Kuat, Idris Bertekad Wujudkan Depok Bebas Korupsi
Sabtu, 05 Desember 2020 - 22:18 WIB
loading...
Calon Wali Kota Depok Mohammad Idris. FOTO/IST
A
A
A
DEPOK - Sebagaimana wilayah lainnya di Indonesia, Depok juga akan menjalani pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020. Dua pasangan calon akan memperebutkan kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok periode 2021-2024.
Dua paslon atau kandidat yang telah ditetapkan oleh KPUD Kota Depok adalah Pradi Supriatna-Afifah Alia dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono.
Mohammad Idris sebagai kandidat dengan nomor 2, tercatat memiliki sepak terjang luar biasa di bidang politik. Sebelum menjadi orang nomor 1 di Depok, sang petahana pernah menjabat Wakil Wali Kota Depok periode 2011-2016 mendampingi Nur Mahmudi Ismail. Di periode selanjutnya, dia kemudian menjabat sebagai Wali Kota Depok 2016-2021. (Baca juga: Begini Alur Pencoblosan Pilkada Kota Depok di Masa Pandemi )
Tak hanya berkarya di bidang politik, Idris juga berprofesi sebagai seorang pendidik. Dia menjadi dosen di Universitas Indonesia, Universitas Islam Nasional Hidayatullah, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki, Idris sangat akrab dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Selepas menamatkan Madrasah Ibtidaiyah Jakarta, dia melanjutkan sekolahnya ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Beruntung, dia menjadi salah satu peraih beasiswa studi di Arab Saudi pada 1982.
Dua paslon atau kandidat yang telah ditetapkan oleh KPUD Kota Depok adalah Pradi Supriatna-Afifah Alia dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono.
Mohammad Idris sebagai kandidat dengan nomor 2, tercatat memiliki sepak terjang luar biasa di bidang politik. Sebelum menjadi orang nomor 1 di Depok, sang petahana pernah menjabat Wakil Wali Kota Depok periode 2011-2016 mendampingi Nur Mahmudi Ismail. Di periode selanjutnya, dia kemudian menjabat sebagai Wali Kota Depok 2016-2021. (Baca juga: Begini Alur Pencoblosan Pilkada Kota Depok di Masa Pandemi )
Tak hanya berkarya di bidang politik, Idris juga berprofesi sebagai seorang pendidik. Dia menjadi dosen di Universitas Indonesia, Universitas Islam Nasional Hidayatullah, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki, Idris sangat akrab dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Selepas menamatkan Madrasah Ibtidaiyah Jakarta, dia melanjutkan sekolahnya ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Beruntung, dia menjadi salah satu peraih beasiswa studi di Arab Saudi pada 1982.
Lihat Juga :