Survei SMRC, Bobby-Aulia Paling Populer di Pilkada Medan
Sabtu, 05 Desember 2020 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, Bobby lebih banyak dipilih terutama karena kualitas personalnya dinilai lebih positif dibanding Akhyar. Dari yang tahu, yang suka Bobby 65%, lebih banyak dibanding yang suka kepada Akhyar 54%.
Menurutnya, kondisi sosial masyarakat Kota Medan menunjukkan dorongan ke arah perubahan. "Ini bisa dilihat dari evaluasi warga terhadap pelaksanaan pemerintahan yang biasa-biasa saja. Mayoritas warga merasa kondisi ekonomi Kota Medan lebih buruk dibanding tahun lalu. Demikian juga masih banyak warga yang menilai biaya pendidikan dan biaya berobat kurang atau tidak terjangkau," ujarnya.
Meskipun warga pada umumnya menilai kondisi infrastruktur dan pelayanan cukup baik, namun masih cukup besar jumlah warga yang menilai susah mencari lapangan kerja, banjir dan harga-harga kebutuhan pokok yang cukup mahal sebagai masalah utama yang dihadapi warga Kota Medan saat ini.
"Perlu diperhatikan bahwa hasil survei tidak statis, bisa berubah tergantung sosialisasi yang dilakukan calon hingga pilkada diadakan," sebutnya.
Dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, sambungnya, sekitar 79% dari total pemilih Kota Medan yang besar atau cukup besar kemungkinan datang ke TPS pada tanggal 9 Desember nanti. "Selain itu, masih ada sekitar 36% warga Kota Medan yang menyatakan baru akan memastikan pilihan pada hari-hari tenang atau bahkan pada hari H," ujarnya.
Menurutnya, kondisi sosial masyarakat Kota Medan menunjukkan dorongan ke arah perubahan. "Ini bisa dilihat dari evaluasi warga terhadap pelaksanaan pemerintahan yang biasa-biasa saja. Mayoritas warga merasa kondisi ekonomi Kota Medan lebih buruk dibanding tahun lalu. Demikian juga masih banyak warga yang menilai biaya pendidikan dan biaya berobat kurang atau tidak terjangkau," ujarnya.
Meskipun warga pada umumnya menilai kondisi infrastruktur dan pelayanan cukup baik, namun masih cukup besar jumlah warga yang menilai susah mencari lapangan kerja, banjir dan harga-harga kebutuhan pokok yang cukup mahal sebagai masalah utama yang dihadapi warga Kota Medan saat ini.
"Perlu diperhatikan bahwa hasil survei tidak statis, bisa berubah tergantung sosialisasi yang dilakukan calon hingga pilkada diadakan," sebutnya.
Dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, sambungnya, sekitar 79% dari total pemilih Kota Medan yang besar atau cukup besar kemungkinan datang ke TPS pada tanggal 9 Desember nanti. "Selain itu, masih ada sekitar 36% warga Kota Medan yang menyatakan baru akan memastikan pilihan pada hari-hari tenang atau bahkan pada hari H," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :