Prodi S3 FFUP Eksplorasi Tumbuhan berkhasiat di Desa Gunung Sari Bogor
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
Syamsuddin mengharapkan kegiatan ini jadi langkah awal untuk dapat bermitra dengan masyarakat di daerah Desa Gunung Sari, Bogor, sehingga dapat dilakukan eksplorasi tanaman obat berkhasiat yang bermanfaat sebagai obat.
Senada dengan Prof Syamsudin, Kepala Desa Gunung Sari, Bogor, Hermansyah mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan positif dan bermanfaat di Desa Gunung Sari.
“Kegiatan ini bertema eksplorasi tanaman berkhasiat obat sangat tepat diadakan di desa kami. Terlebih dengan situasi pandemi COVID-19, dimana di masyarakat ada ketakutan berobat di pelayanan kesehatan dan mencari alternatif pengobatan tradisional. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan menerapkan pengetahuan yang sudah didapat dikehidupan sehari-hari,” kata dia.
Menurut Kades, mengingat kondisi saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19, maka jumlah masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini pun dibatasi untuk mengantisipasi terjadinya kerumuman selama kegiatan.
Kegiatan ini dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing 25 orang. Yaitu kelompok kader PKK dan kelompok kader posyandu. Masing-masing kelompok mengikuti penyuluhan kesehatan mengenai antidiabetes dan antihipertensi yang dipaparkan oleh mahasiswa.
Senada dengan Prof Syamsudin, Kepala Desa Gunung Sari, Bogor, Hermansyah mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan positif dan bermanfaat di Desa Gunung Sari.
“Kegiatan ini bertema eksplorasi tanaman berkhasiat obat sangat tepat diadakan di desa kami. Terlebih dengan situasi pandemi COVID-19, dimana di masyarakat ada ketakutan berobat di pelayanan kesehatan dan mencari alternatif pengobatan tradisional. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan menerapkan pengetahuan yang sudah didapat dikehidupan sehari-hari,” kata dia.
Menurut Kades, mengingat kondisi saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19, maka jumlah masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini pun dibatasi untuk mengantisipasi terjadinya kerumuman selama kegiatan.
Kegiatan ini dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing 25 orang. Yaitu kelompok kader PKK dan kelompok kader posyandu. Masing-masing kelompok mengikuti penyuluhan kesehatan mengenai antidiabetes dan antihipertensi yang dipaparkan oleh mahasiswa.
Lihat Juga :