Jelang Coblosan, Eri Cahyadi Ikuti Istigasah Virtual Bareng Kiai Sepuh
Sabtu, 05 Desember 2020 - 13:38 WIB
loading...
Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya Eri Cahyadi, mengikuti acara Istighosah Kubro Nahdliyin Surabaya yang digelar secara virtual di kompleks Pondok Pesantren At Tauhid, Sidosermo
A
A
A
SURABAYA - Menjelang Pilkada 9 Desember 2020, Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi, mengikuti acara Istigasah Kubro Nahdliyin Surabaya yang digelar secara virtual di kompleks Pondok Pesantren At Tauhid, Sidosermo, Surabaya, Sabtu (5/12/2020).
Istighosah tersebut dihadiri kiai dan ulama sepuh Surabaya. Mereka antara lain KH Mas Mansur Muhajir, KH Mas Faqihudin Muhajir, KH Imam syafi'i, Prof KH Ghozali Said, KH Abdullah Qosim, KH Kemas Abdurrahman, KH Abdullah Tawab, KH Ishaq, dan Ra Fathurrozi.
(Baca juga: Tak Optimal, Banyak Guru Mengaku Jenuh dengan Pembelajaran Jarak Jauh )
Tak hanya menghadiri dan membaca istighosah kubro, kesembilan kiai dan ulama sepuh tersebut juga memanjatkan doa secara bergantian, memohon kepada Allah SWT agar Eri Cahyadi menjadi penerus estafet kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Usai melantunkan sholawat dan pembacaan istighosah kubro, acara juga diisi tausyiah oleh ulama NU KH Ahmad Muwafiq atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Muwafiq. Dalam kesempatan itu, Gus Muwafiq juga ikut mendoakan agar Eri Cahyadi bisa menjadi wali kota Surabaya berikutnya.
“Saya percaya, warga NU Surabaya pasti akan memilih dan memberikan suaranya kepada Pak Eri Cahyadi. Supaya Surabaya bisa dipimpin oleh wali kota yang baik. Semoga doa kita dikabulkan Allah SWT, aamiin,” ujar Gus Muwafiq.
Sementara itu, Eri Cahyadi saat memberikan sambutan mengatakan, dirinya maju sebagai wali kota Surabaya karena ingin membahagiakan masyarakat. Oleh karena itu, jika dirinya terpilih menjadi wali kota Surabaya, Eri berharap tetap didampingi para kiai.
Istighosah tersebut dihadiri kiai dan ulama sepuh Surabaya. Mereka antara lain KH Mas Mansur Muhajir, KH Mas Faqihudin Muhajir, KH Imam syafi'i, Prof KH Ghozali Said, KH Abdullah Qosim, KH Kemas Abdurrahman, KH Abdullah Tawab, KH Ishaq, dan Ra Fathurrozi.
(Baca juga: Tak Optimal, Banyak Guru Mengaku Jenuh dengan Pembelajaran Jarak Jauh )
Tak hanya menghadiri dan membaca istighosah kubro, kesembilan kiai dan ulama sepuh tersebut juga memanjatkan doa secara bergantian, memohon kepada Allah SWT agar Eri Cahyadi menjadi penerus estafet kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Usai melantunkan sholawat dan pembacaan istighosah kubro, acara juga diisi tausyiah oleh ulama NU KH Ahmad Muwafiq atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Muwafiq. Dalam kesempatan itu, Gus Muwafiq juga ikut mendoakan agar Eri Cahyadi bisa menjadi wali kota Surabaya berikutnya.
“Saya percaya, warga NU Surabaya pasti akan memilih dan memberikan suaranya kepada Pak Eri Cahyadi. Supaya Surabaya bisa dipimpin oleh wali kota yang baik. Semoga doa kita dikabulkan Allah SWT, aamiin,” ujar Gus Muwafiq.
Sementara itu, Eri Cahyadi saat memberikan sambutan mengatakan, dirinya maju sebagai wali kota Surabaya karena ingin membahagiakan masyarakat. Oleh karena itu, jika dirinya terpilih menjadi wali kota Surabaya, Eri berharap tetap didampingi para kiai.
Lihat Juga :