Pilgub Kaltara, Dua Petahana Bersaing Rebut Kemenangan

Sabtu, 05 Desember 2020 - 10:59 WIB
loading...
Pilgub Kaltara, Dua...
Direktur Riset Dan Data Point Indonesia, Adiguna Wibowo mengatakan, tingkat margin eror-nya sekitar 2,8 persen. Jadi kata dia, seandainya hari ini digelar Pilgub Kaltara maka pasangan IRAW yakni Irianto Lambrie-Irwan Sabri akan memenangi pertarungan di t
A A A
JAKARTA - Lembaga Riset "Point Indonesia" merilis hasil survei dalam Pemilihan Gubernur 2020 di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Hasil survei terbaru yang dikeluarkan oleh Point Indonesia menyebutkan, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Irianto Lambrie-Irwan Sabri menyabet 37,8 persen.

Sedangkan pasangan H. Udin Hianggio-Undunsyah berada di 35,9 persen. Sementara pasangan lainnya yakni Zainal Paliwang-Yansen TP meraup 22,6 persen, sedang swing voter sebesar 3,7 persen.

Survei akhir yang digelar pada 26 November – 2 Desember 2020 itu, menggunakan metode sampling multistage random. Sampling ini memakai responden 1.000. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuisioner.

Direktur Riset Dan Data Point Indonesia Adiguna Wibowo mengatakan, tingkat margin eror-nya sekitar 2,8 persen. Jadi kata dia, seandainya hari ini digelar Pilgub Kaltara maka pasangan IRAW yakni Irianto Lambrie-Irwan Sabri akan memenangi pertarungan di tanggal 9 Desember 2020.

Secara terpisah, pengamat politik Arif Nurul Imam, menyampaikan analisa terhadap hasil survey tersebut. Menurut Arif, survey yang digelar Point Indonesia tersebut dapat menjadi peta bagi kandidat untuk bertarung memenangkan detik-detik akhir.
“Tingginya elektabilitas dan saling berkejaran antara paslon nomor satu dan nomor dua, tentu karena mereka memiliki basis yang riil,” ujar Arif.

Kedua paslon, kata Arif, memiliki probalitas untuk menang lebih tinggi. Sehingga sangat sulit untuk paslon nomor 3 mengejar ketertinggalannya dengan waktu yang tinggal sedikit. Meski demikian, di politik tak ada yang linier, sehingga jika ingin menang harus menjaga performa politik hingga saatnya pencoblosan di TPS. “Paslon nomor satu dan nomor dua potensial untuk memenangkan pilgub Kaltara 2020, akan tetapi mereka harus tetap mampu menjaga performa politik agar tak terkena dampak arus balik politik,” ungkapnya. (Baca: Usai Mabuk Miras Bersama di Diskotek, Pemuda di Manado Tikam Teman Sendiri).

Dari hasil survey tersebut juga menyebutkan keinginan masyarakat terhadap money politik masih sangat tinggi berkisar di angka > Rp. 500.000,- dan berpengaruh terhadap pilihan. Praktek money politik, selain bisa menjurus ke ranah hukum dalam pilkada juga dapat menciderai tatanan demokrasi yang sedang berkembang di Indonesia sehingga harus di hindari.

“Kampanye tolak politik uang dan saling menjaga basis sangat penting agar praktik money politik menjadi nihil, sehingga menjadikan kontestasi pilgub Kaltara 2020 yang lebih berkualitas dengan melakukan festival kinerja dan prestasi,” pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Baru Berusia Setahun,...
Baru Berusia Setahun, Polda Papua Barat Daya Diapresiasi Publik
Janji Kampanye Naikkan...
Janji Kampanye Naikkan Insentif RT/RW dan Pemasangan CCTV Belum Terealisasi, Ini Alasan Pramono
Survei: 73% Publik Pernah...
Survei: 73% Publik Pernah Dengar Isu Ijazah Palsu Jokowi, Mayoritas Tak Percaya
Temuan Survei Kinerja...
Temuan Survei Kinerja Bupati Jember Gus Fawait: 80,7% Warga Puas
Hasil Survei, Kejagung...
Hasil Survei, Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya Anak Muda
Survei Membuktikan 70,77%...
Survei Membuktikan 70,77% Publik Puas dengan Kepemimpinan Prabowo
Mayoritas Publik Tolak...
Mayoritas Publik Tolak Wacana Pelengseran, Stabilitas Jadi Pertimbangan Utama
Rekomendasi
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs China: 38 Tahun Tanpa Kemenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved