Tuntutan Belum Terpenuhi, Pembongkaran Rumah di Kampung Sawah Sempat Ditolak Warga
Kamis, 03 Desember 2020 - 18:19 WIB
loading...
Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi di Lokasi, Kamis (3/12/2020). Foto: Yohannes Tobing/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pembongkaran sejumlah rumah di Kampung Sawah, Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, sempat mendapat penolakan dari warga. Penolakan warga dikarenakan tuntutan yang belum terpenuhi.
"Mereka tadi kita telah lakukan sedikit kendala atau ada semacam penolakan. Tetapi kita bisa atasi dengan baik berkordinasi dengan warga, sehingga alhamdulillah warga mau rumahnya di bongkar," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi di Lokasi, Kamis (3/12/2020).
Adapun tuntutan yang diminta oleh warga setempat menurut Nasriadi adalah persoalan pembayaran tanah yang dikatakan oleh warga belum terpenuhi. Sementara pergantian bangunan sudah didapat warga. (Baca juga: Viral Video Penggusuran Lahan oleh Aparat Diwarnai Tembakan Gas Air Mata )
![Tuntutan Belum Terpenuhi, Pembongkaran Rumah di Kampung Sawah Sempat Ditolak Warga]()
Warga Kampung Sawah menolak pembongkaran rumah mereka. Foto: Yohannes Tobing/SINDOnews
"Masalah hukum yang mereka mau ajukan silakan, karena itu hak-hak mereka. Tetapi saat ini proyek pemerintahan yang sudah berjalan karena sudah merupakan kebijakan pembangunan pemerintah dan tidak ada tumpang tindih masalah tanah," ucapnya.
Dalam pengamanan pembongkaran tersebut. Nasriadi mengungkapkan, bahwa terdapat dua tahapan. (Baca juga: Pembangunan Tol CIBICI, Puluhan Rumah di Kampung Sawah Dibongkar )
"Ada dua tahap, Ada 250 personel gabungan dari TNI Polri dan di bantu rekan rekan satpol PP," Kata Nasriadi. (Baca juga: Komnas HAM Sesalkan Intimidasi Penggusuran Paksa Lahan Sirkuit Mandalika )
"Mereka tadi kita telah lakukan sedikit kendala atau ada semacam penolakan. Tetapi kita bisa atasi dengan baik berkordinasi dengan warga, sehingga alhamdulillah warga mau rumahnya di bongkar," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi di Lokasi, Kamis (3/12/2020).
Adapun tuntutan yang diminta oleh warga setempat menurut Nasriadi adalah persoalan pembayaran tanah yang dikatakan oleh warga belum terpenuhi. Sementara pergantian bangunan sudah didapat warga. (Baca juga: Viral Video Penggusuran Lahan oleh Aparat Diwarnai Tembakan Gas Air Mata )

Warga Kampung Sawah menolak pembongkaran rumah mereka. Foto: Yohannes Tobing/SINDOnews
"Masalah hukum yang mereka mau ajukan silakan, karena itu hak-hak mereka. Tetapi saat ini proyek pemerintahan yang sudah berjalan karena sudah merupakan kebijakan pembangunan pemerintah dan tidak ada tumpang tindih masalah tanah," ucapnya.
Dalam pengamanan pembongkaran tersebut. Nasriadi mengungkapkan, bahwa terdapat dua tahapan. (Baca juga: Pembangunan Tol CIBICI, Puluhan Rumah di Kampung Sawah Dibongkar )
"Ada dua tahap, Ada 250 personel gabungan dari TNI Polri dan di bantu rekan rekan satpol PP," Kata Nasriadi. (Baca juga: Komnas HAM Sesalkan Intimidasi Penggusuran Paksa Lahan Sirkuit Mandalika )
(mhd)
Lihat Juga :