Situbondo dan Lumajang Jadi Zona Merah COVID-19, Euforia Berlebihan Penyebab Utama
Kamis, 03 Desember 2020 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
"Penyebab utamanya adalah euforia yang berlebihan melihat info grafis yang kuning, atau info grafis yang rendah sehingga itu berpengaruh pada rasa aman kita. Dan itu kemarin banyak pemicunya, ada klaster pasca demonstrasi Undang-undang Cipta Kerja. Malang ini memang jadi langganan demonstrasi karena sebagai salah satu episentrum nasional bagi masyarakat untuk menyuarakan suara-suara mereka," paparnya.
Ia mengimbau, selama pandemi masyarakat diharapkan bisa menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan.
(Baca juga: Berkah Pandemi COVID-19, Dari Pengusaha Songkok jadi Perajin Face Shield)
"Karena sekarang lebih terkenal dengan klaster kantor, ada klaster pejabat. Bupati saya kemarin sudah meninggal dunia, Bupati Situbondo. Karena itu jangan lengah, menganggap teman kita aman, menganggap teman kita tidak akan menularkan. Padahal kita juga berpotensi menularkan kepada orang lain. Tetap jaga protokol COVID-19 di manapun Anda berada," tutur Akhmad.
Ia mengimbau, selama pandemi masyarakat diharapkan bisa menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan.
(Baca juga: Berkah Pandemi COVID-19, Dari Pengusaha Songkok jadi Perajin Face Shield)
"Karena sekarang lebih terkenal dengan klaster kantor, ada klaster pejabat. Bupati saya kemarin sudah meninggal dunia, Bupati Situbondo. Karena itu jangan lengah, menganggap teman kita aman, menganggap teman kita tidak akan menularkan. Padahal kita juga berpotensi menularkan kepada orang lain. Tetap jaga protokol COVID-19 di manapun Anda berada," tutur Akhmad.
(boy)
Lihat Juga :