Awas, Tanah di Sepanjang Jalur Pantura Jawa Tengah Terus Mengalami Penurunan
Selasa, 01 Desember 2020 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Terlibat Perkelahian Massal di Sleman, Lima Orang Terluka )
Ia menjelaskan bahwa sosialisasi hasil studi geologi terpadu ini bertujuan memberikan gambaran bagaimana kondisi daerah-daerah yang terindikasi adanya penurunan tanah . "Harapannya, sosialisasi ini dapat memberikan masukan kepada para pemangku kebijakan dalam melakukan mitigasi serta adaptasi," ujar dia.
Terkait dengan fenomena penurunan tanah , kata dia, Badan Geologi mengimbau kawasan pada daerah tersebut agar tetap mengutamakan penggunaan air permukaan sesuai UU No. 17/2019. "Kalau air tanah digunakan, harus dikendalikan oleh pengelola kawasan industri, baru kemudian didistribusikan kepada industri-industri," ujarnya.
(Baca juga: Satu Rumah Hangus Terbakar, Dua Penguninya Alami Luka Bakar )
Menurutnya, hal itu sebagai salah satu cara mengurangi kerusakan air tanah dan untuk menjamin keberlangsungan air tanah hingga 30-50 tahun ke depan. "Kami juga merekomendasikan dilakukan monitoring amblesan dan kajian di daerah yang tergenang rob secara permanen. Artinya pembangunan disesuaikan dengan berapa penurunan tanah yang terjadi di situ," pungkasnya.
Ia menjelaskan bahwa sosialisasi hasil studi geologi terpadu ini bertujuan memberikan gambaran bagaimana kondisi daerah-daerah yang terindikasi adanya penurunan tanah . "Harapannya, sosialisasi ini dapat memberikan masukan kepada para pemangku kebijakan dalam melakukan mitigasi serta adaptasi," ujar dia.
Terkait dengan fenomena penurunan tanah , kata dia, Badan Geologi mengimbau kawasan pada daerah tersebut agar tetap mengutamakan penggunaan air permukaan sesuai UU No. 17/2019. "Kalau air tanah digunakan, harus dikendalikan oleh pengelola kawasan industri, baru kemudian didistribusikan kepada industri-industri," ujarnya.
(Baca juga: Satu Rumah Hangus Terbakar, Dua Penguninya Alami Luka Bakar )
Menurutnya, hal itu sebagai salah satu cara mengurangi kerusakan air tanah dan untuk menjamin keberlangsungan air tanah hingga 30-50 tahun ke depan. "Kami juga merekomendasikan dilakukan monitoring amblesan dan kajian di daerah yang tergenang rob secara permanen. Artinya pembangunan disesuaikan dengan berapa penurunan tanah yang terjadi di situ," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :