Kota Sorong Memanas 4 Polisi dan Seorang Wartawati Terluka Diserang Massa
Jum'at, 27 November 2020 - 13:28 WIB
loading...
Situasi Kota Sorong, Papua Barat, kembali memanas menjelang 1 Desember 2020 pada Jumat (27/11/2020). Empat anggota Polisi dan satu wartawati mengalami luka serius akibat aksi massa menjelang 1 Desember tersebut. Foto iNews TV/Chanry AS
A
A
A
SORONG - Situasi Kota Sorong , Papua Barat, menjelang 1 Desember 2020 pada Jumat (27/11/2020) kembali memanas. Dimana aksi massa di Kota Sorong yang hendak melakukan longmarch ke kantor wali kota dihadang puluhan personel Kepolisian dan Brimob di seputaran Jalan Jenderal Ahmad Yani Kompleks Pertokoan Yohan dan belakang Ramayana Mall Sorong, pukul 09.00 WIT.
Massa yang tidak terima melakukan perlawanan dengan menyerang aparat Kepolisian dan wartawan. Empat anggota Polisi dan satu wartawati mengalami luka serius akibat serangan massa tersebut.
(Baca juga : 9 Gadis Belia Diperdaya Dukun Cabul Lewat Ritual Penyatuan Raga )
Aparat Kepolisian tampak secara terus menerus menembakkan gas air mata kearah massa aksi yang dengan anarkistis dan brutal melempar batu, botol kaca, kayu dan mercon kearah aparat yang sedang berdiri membuat pagar betis guna menghalau massa aksi keluar ke jalan raya.
Dalam aksi demo anarkis tersebut, tiga anggota Brimob Detasemen B Pelopor Sorong dan satu anggota Polres Sorong Kota menjadi korban akibat terkena lemparan batu dan botol.
(Baca juga : Melawan Arus, Ambulans Bawa Pasien COVID-19 Tabrak Motor Polisi )
Keempat korban ini mengalami luka serius di bagian wajah, mulut dan dibagian tangan. Keempatnya dengan segera langsung dilarikan ke Rumah Sakit Oetojo milik TNI-AL yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Massa yang tidak terima melakukan perlawanan dengan menyerang aparat Kepolisian dan wartawan. Empat anggota Polisi dan satu wartawati mengalami luka serius akibat serangan massa tersebut.
(Baca juga : 9 Gadis Belia Diperdaya Dukun Cabul Lewat Ritual Penyatuan Raga )
Aparat Kepolisian tampak secara terus menerus menembakkan gas air mata kearah massa aksi yang dengan anarkistis dan brutal melempar batu, botol kaca, kayu dan mercon kearah aparat yang sedang berdiri membuat pagar betis guna menghalau massa aksi keluar ke jalan raya.
Dalam aksi demo anarkis tersebut, tiga anggota Brimob Detasemen B Pelopor Sorong dan satu anggota Polres Sorong Kota menjadi korban akibat terkena lemparan batu dan botol.
(Baca juga : Melawan Arus, Ambulans Bawa Pasien COVID-19 Tabrak Motor Polisi )
Keempat korban ini mengalami luka serius di bagian wajah, mulut dan dibagian tangan. Keempatnya dengan segera langsung dilarikan ke Rumah Sakit Oetojo milik TNI-AL yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Lihat Juga :