Saat Banyak yang Terpukul Pandemi COVID-19, Bisnis Wanita Cantik Ini Justru Berjaya
Rabu, 25 November 2020 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum masa pandemi COVID-19 , Ayu berhasil mencapai omzet Rp100 juta/bulan. Ia sempat hilang semangat saat pandemi COVID-19 banyak memukul dunia usaha. Nyatanya, kekhawatiran itu tak terbukti. Justru, omzetnya terus melambung. "Saat ini omzet saya mencapai Rp250 jutaan/bulan," ujar perempuan berkacamata ini.
Saat ini, ia membudidayakan lobster air tawar jenis Red Claw. Jenis ini merupakan lobster untuk konsumsi. Sementara untuk kepentingan ikan hias, ia membudidaya jenis Clarkii Yabby. Menurutnya, baik lobster jenis konsumsi maupun ikan hias, sama-sama memiliki peluang. "Apalagi banyak kebutuhan restoran seafood. Juga untuk ikan hias," sebutnya.
Sejauh ini, Ayu memang tak sendiri dalam menjalankan usaha. Ia banyak merekrut mitra yang tersebar di beberapa kota besar, mulai dari Surabaya, Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Sebelum pandemi COVID-19 , setiap hari sekitar lima orang bergabung menjadi mitranya. "Justru saat pandemi COVID-19 ini, setiap hari ada 20-30 petani yang gabung," tandasnya. (Baca juga: Warga Mataram Heboh, Kakek 70 Tahun Asal Jerman Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya )
Ia menduga, dampak COVID-19 lah yang membuat banyak orang memilih untuk membudidayakan lobster air tawar. Terutama mereka yang harus bekerja sistem work from home (WFH) atau mereka yang kehilangan pekerjaan karena menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). "Saat ini saya punya 1.320 mitra," ujarnya.
Saat ini, ia membudidayakan lobster air tawar jenis Red Claw. Jenis ini merupakan lobster untuk konsumsi. Sementara untuk kepentingan ikan hias, ia membudidaya jenis Clarkii Yabby. Menurutnya, baik lobster jenis konsumsi maupun ikan hias, sama-sama memiliki peluang. "Apalagi banyak kebutuhan restoran seafood. Juga untuk ikan hias," sebutnya.
Sejauh ini, Ayu memang tak sendiri dalam menjalankan usaha. Ia banyak merekrut mitra yang tersebar di beberapa kota besar, mulai dari Surabaya, Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Sebelum pandemi COVID-19 , setiap hari sekitar lima orang bergabung menjadi mitranya. "Justru saat pandemi COVID-19 ini, setiap hari ada 20-30 petani yang gabung," tandasnya. (Baca juga: Warga Mataram Heboh, Kakek 70 Tahun Asal Jerman Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya )
Ia menduga, dampak COVID-19 lah yang membuat banyak orang memilih untuk membudidayakan lobster air tawar. Terutama mereka yang harus bekerja sistem work from home (WFH) atau mereka yang kehilangan pekerjaan karena menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). "Saat ini saya punya 1.320 mitra," ujarnya.
Lihat Juga :