Terbangun 383 KM, Jalur Lintas Selatan Jadi Pengungkit Kesejahteraan Jawa Timur
Rabu, 25 November 2020 - 06:30 WIB
loading...
Jalur Lintas Selatan sudah terbangun sepanjang 383 kilometer. Pembangunan ini diharapkan menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat di wilayah selatan Jatim
A
A
A
SURABAYA - Pembangunan Jalan Jalur Lingkar Selatan (JLS) Jawa Timur merupakan salah satu program unggulan yang menjadi perhatian Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Data terakhir menunjukkan, per November 2020 total 56,73% atau setara 383,10 km dari 675,31 km keseluruhan jalan telah terbangun.
Progres ini juga tercatat lebih cepat dari perkiraan, meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19. Tentunya hal ini menunjukkan keseriusan jajaran Pemprov Jawa Timur dalam hal pemerataan pembangunan di semua wilayah.(Baca juga: Raih Skor Tertinggi, Sistem Merit Pemprov Jatim Sabet Penghargaan KASN )
"Ternyata di luar dugaan progres pekerjaan di Lot 6 dan Lot 7, justru pada saat pandemi Covid pelaksanaannya lebih cepat dari yang direncanakan," terang Gubernur Khofifah saat menjadi Keynote Speaker pada Forum Komunikasi (Sinergitas) oleh Komisi D DPRD Jawa Timur di Ballroom Hotel Santika Premiere Semarang, Jawa Tengah.
JLS sendiri, rencananya akan melewati delapan Kabupaten yang dimulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulunggagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan berakhir di Kabupaten Banyuwangi.
Dengan progres pembangunan JLS yang sangat baik ini, Khofifah optimistis, akan mampu mengurangi disparitas antara Wilayah Utara dan Selatan Jawa Timur. Apalagi, pengembangan Infrastruktur di wilayah Selatan Jawa Timur masih terbatas, terutama keberadaan aksesibilitas. (Baca juga: Diresmikan Emil Dardak, TPST Terbesar di Lamongan Mulai Beroperasi )
Progres ini juga tercatat lebih cepat dari perkiraan, meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19. Tentunya hal ini menunjukkan keseriusan jajaran Pemprov Jawa Timur dalam hal pemerataan pembangunan di semua wilayah.(Baca juga: Raih Skor Tertinggi, Sistem Merit Pemprov Jatim Sabet Penghargaan KASN )
"Ternyata di luar dugaan progres pekerjaan di Lot 6 dan Lot 7, justru pada saat pandemi Covid pelaksanaannya lebih cepat dari yang direncanakan," terang Gubernur Khofifah saat menjadi Keynote Speaker pada Forum Komunikasi (Sinergitas) oleh Komisi D DPRD Jawa Timur di Ballroom Hotel Santika Premiere Semarang, Jawa Tengah.
JLS sendiri, rencananya akan melewati delapan Kabupaten yang dimulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulunggagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan berakhir di Kabupaten Banyuwangi.
Dengan progres pembangunan JLS yang sangat baik ini, Khofifah optimistis, akan mampu mengurangi disparitas antara Wilayah Utara dan Selatan Jawa Timur. Apalagi, pengembangan Infrastruktur di wilayah Selatan Jawa Timur masih terbatas, terutama keberadaan aksesibilitas. (Baca juga: Diresmikan Emil Dardak, TPST Terbesar di Lamongan Mulai Beroperasi )
Lihat Juga :