Erwin Aksa Yakin Warga Makassar Ingin Pemimpin Baru
Senin, 23 November 2020 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
“Alhamdulillah, Ini menggembirakan hasil yang diraih Appi-Rahman dengan kerja-kerja tim yang kian massif serta dukungan warga Makassar. Lembaga survei yang bekerja tiap pekannya melaporkan jika survei Appi-Rahman sudah melampaui paslon yang selama ini disebut-sebut unggul,” beber Erwin Aksa.
Oleh karena itu, lanjut Erwin, Makassar harus dipimpin oleh pemimpin yang mau mendengar aspirasi masyarakat, punya visi jelas dan matang. “Makassar harus keluar dari problem Covid 19. Itu dulu yang utama. Makassar harus dipimpin oleh orang yang mau mendengar aspirasi masyarakat. Kita harus benar-benar down to earth. Sehingga saya terpanggil karena ingin pemimpin yang tidak keras kepala,” pungkasnya. (Baca Juga: KPU Makassar Ngotot Gelar Debat Kandidat Kedua di Jakarta)
Sementara, Praktisi politik, Akbar Endra juga menilai, tren pergerakan Appi-Rahman semakin jelas menuju kemenangan Pilkada Makassar. Dia ikut memberikan tanggapan atas survei elektabilitas empat pasangan calon (paslon) di Pemilihan Wali Kota Makassar 2020, dalam acara bincang politik, Sabtu (21/11/2020) malam di Wakop Sija Sawerigading.
Penilainnya ditujukan terkhusus bagi dua paslon yang kini bersaing ketat, yakni nomor urut 1, Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama) dan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman). Menurut mantan Legislator Maros dua periode itu, survei tren kenaikan elektabilitas Appi-Rahman yang meroket dalam tiga bulan terakhir adalah tanda 'bahaya' bagi Adama yang notabene adalah paslon petahana.
Dia menunjukan setiap bulannya Appi-Rahman terus naik trennya dan Adama cenderung terus menurun. “Saya melihat paslon nomor 2 ini bahaya kenaikan trennya bagi petahana. Sebab petahana kalau mau aman, logika survei mengatakan harus di posisi 60% ke atas, nah petahana yang satu ini (Adama) justru di bawah 40% dan cenderung terus turun trennya dalam banyak paparan survei yang ada," kata Akbar.
Oleh karena itu, lanjut Erwin, Makassar harus dipimpin oleh pemimpin yang mau mendengar aspirasi masyarakat, punya visi jelas dan matang. “Makassar harus keluar dari problem Covid 19. Itu dulu yang utama. Makassar harus dipimpin oleh orang yang mau mendengar aspirasi masyarakat. Kita harus benar-benar down to earth. Sehingga saya terpanggil karena ingin pemimpin yang tidak keras kepala,” pungkasnya. (Baca Juga: KPU Makassar Ngotot Gelar Debat Kandidat Kedua di Jakarta)
Sementara, Praktisi politik, Akbar Endra juga menilai, tren pergerakan Appi-Rahman semakin jelas menuju kemenangan Pilkada Makassar. Dia ikut memberikan tanggapan atas survei elektabilitas empat pasangan calon (paslon) di Pemilihan Wali Kota Makassar 2020, dalam acara bincang politik, Sabtu (21/11/2020) malam di Wakop Sija Sawerigading.
Penilainnya ditujukan terkhusus bagi dua paslon yang kini bersaing ketat, yakni nomor urut 1, Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama) dan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman). Menurut mantan Legislator Maros dua periode itu, survei tren kenaikan elektabilitas Appi-Rahman yang meroket dalam tiga bulan terakhir adalah tanda 'bahaya' bagi Adama yang notabene adalah paslon petahana.
Dia menunjukan setiap bulannya Appi-Rahman terus naik trennya dan Adama cenderung terus menurun. “Saya melihat paslon nomor 2 ini bahaya kenaikan trennya bagi petahana. Sebab petahana kalau mau aman, logika survei mengatakan harus di posisi 60% ke atas, nah petahana yang satu ini (Adama) justru di bawah 40% dan cenderung terus turun trennya dalam banyak paparan survei yang ada," kata Akbar.
(nic)
Lihat Juga :