Masyarakat Adat Suku Baduy Musnahkan Madu Palsu

Minggu, 22 November 2020 - 20:27 WIB
loading...
A A A
"Sebetulnya sudah berjalan bertahun-tahun saya perhatikan. Jadi sekelompok orang yang mengeksploitasi keberadaan masyarakat baduy itu hanya mengedepankan soal keuntungan materi, tanpa mempertimbangkan satu eksploitatif terhadap masyarakat adat Badut (Kanekes). Yang kedua, soal kesehatan masyarakat konsumen madu di tanah air," katanya.

di masa pandemi COVID-19 saat ini, lanjut Uday, otomatis banyak sekali masyarakat yang mencari madu untuk kepentingan ketahanan tubuhnya. Sebagai pencinta Baduy dan sebagai orang yang peduli terhadap masyarakat adat Baduy, dia turut melakukan investigasi ke pabrik pembuatan madu palsu. "Salah satunya ada di Joglo (Jakarta Barat) dan terbukti terdapat produsen madu palsu. Bahan bakunya tidak setetespun madu asli. Hanya gula putih, dan cairan zat kimia lain seperti soda dan jenis jenis zat kimia lain yang membahayakan kesehatan masyarakat," ungkap Uday Suhada.

Uday juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Polda Banten yang dengan cepat menindak pelaku pembuat madu palsu. "Jadi itu kita laporkan ke aparat kepolisan, dan alhamdulillah per tanggal 11 November yang lalu Polda Banten sudah mengungkap pembongkaran mafia madu palsu ini," paparnya.

Menurut Uday, lembaga adat sekarang ingin melakukan klarifikasi untuk memulihkan nama baik Baduy yang selama ini terkenal dengan prinsip hidup "lojor temenang di potong pondok temenang di sambung" dengan mengedepankan kejujuran kesederhanaan apa adanya. Akan tetapi tercabik cabik oleh mafia pembuatan madu palsu ini.

"Harus diingat bahwa masyarakat adat Baduy selama ini ternyata dibodohi, dibohongi. Di eksploitasi, dan orang Baduy adalah pihak yang dikorbankan. Penyebabnya adalah mafia sindikat pembuat madu palsu dan distributor utamanya. Korbannya masyarakat suku adat Baduy," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Pemkab Lebak Bakal Bangun...
Pemkab Lebak Bakal Bangun 50 Km Jalan Poros Desa Setiap Tahun
Bonnie Triyana: Peran...
Bonnie Triyana: Peran Sekolah Bentuk Karakter, Bukan Hanya Pencapaian Akademik
Polres Lebak Ungkap...
Polres Lebak Ungkap 264 Kasus Kejahatan, Didominasi Perkara Curat
Petani Kecil di Lebak...
Petani Kecil di Lebak Tahun 2026 Bebas Biaya PBB, Ini Alasannya
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Kepala Dinas Kesehatan Cek Kabar Warga Baduy Ditolak RS, Ini Hasilnya
Zymuno Essential, Madu...
Zymuno Essential, Madu Herbal Bantu Memelihara Kesehatan Penderita Kanker
Madu dan Jeruk Tingkatkan...
Madu dan Jeruk Tingkatkan Imunitas di Cuaca Ekstrem? Ini Kata Dokter
Warga Baduy Korban Begal...
Warga Baduy Korban Begal Ditolak Rumah Sakit karena Tak Punya KTP, Pratikno: Kami Lacak Ya
Rekomendasi
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat...
PPN Naik Jadi 12%, Masyarakat Beralih ke Frugal Living
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved