Dua Petani di Gowa Tersambar Petir, Satu Meninggal Dunia
Minggu, 22 November 2020 - 11:09 WIB
loading...
Dua warga Desa Jenemaddinging, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, tersambar petir, Sabtu (23/11/2020). Foto: Ilustrasi
A
A
A
SUNGGUMINASA - Dua warga Desa Jenemaddinging, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa , tersambar petir , Sabtu (23/11/2020) sekitar pukul 16.00 Wita. Kejadian nahas tersebut menimpa keduanya saat berteduh di sebuah gubuk persawahan.
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, kedua warga tersebut diketahui sementara berada di persawahan untuk melakukan kegiatannya sehari-hari sebagai petani.
"Karena kondisi hujan selanjutnya kedua warga pun menggunakan gubuk yang berada di persawahan untuk berlindung dari derasnya hujan," ujarnya, Minggu (24/11/2020).
Saat itulah tiba-tiba petir menyambar yang menyebabkan kedua korban terlempar sejauh 3 meter dari gubuk yang ditempati untuk berteduh.
Baca Juga: Pria Paruh Baya di Bekasi Diduga Tewas Tersambar Petir
Akibat dari kejadian tersebut, lelaki Arifin Dg Ngerang (32) yang merupakan petani dan berdomisili disekitar TKP meninggal dunia dengan kondisi badan berwarna hitam.
Sementara satu rekannya yang bersama-sama korban berteduh di gubuk, bernama Syahrul Dg Bella (23), tidak mengalami luka-luka.
Menurut AKP Mangatas, pasca kejadian, rekan korban meminta bantuan warga sekitar TKP. Lalu korban dievakuasi ke rumah duka dan setengah jam kemudian pihak petugas medis Puskesmas Pattallassang memeriksa kondisi korban.
Setelah mendengarkan informasi adanya kejadian tersebut, selanjutnya personel Polsubsektor Pattallassang Kabupaten Gowa mendatangi dan melakukan olah TKP lalu berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk dilakukan autopsi.
"Atas kejadian tersebut pihak keluarga menolak dilakukan autopsi kemudian menerima kejadian sebagai musibah," tandasnya.
Baca Juga: 18 Tahanan Polres Gowa Non Reaktif Covid-19 Dipindahkan ke Rutan
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, kedua warga tersebut diketahui sementara berada di persawahan untuk melakukan kegiatannya sehari-hari sebagai petani.
"Karena kondisi hujan selanjutnya kedua warga pun menggunakan gubuk yang berada di persawahan untuk berlindung dari derasnya hujan," ujarnya, Minggu (24/11/2020).
Saat itulah tiba-tiba petir menyambar yang menyebabkan kedua korban terlempar sejauh 3 meter dari gubuk yang ditempati untuk berteduh.
Baca Juga: Pria Paruh Baya di Bekasi Diduga Tewas Tersambar Petir
Akibat dari kejadian tersebut, lelaki Arifin Dg Ngerang (32) yang merupakan petani dan berdomisili disekitar TKP meninggal dunia dengan kondisi badan berwarna hitam.
Sementara satu rekannya yang bersama-sama korban berteduh di gubuk, bernama Syahrul Dg Bella (23), tidak mengalami luka-luka.
Menurut AKP Mangatas, pasca kejadian, rekan korban meminta bantuan warga sekitar TKP. Lalu korban dievakuasi ke rumah duka dan setengah jam kemudian pihak petugas medis Puskesmas Pattallassang memeriksa kondisi korban.
Setelah mendengarkan informasi adanya kejadian tersebut, selanjutnya personel Polsubsektor Pattallassang Kabupaten Gowa mendatangi dan melakukan olah TKP lalu berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk dilakukan autopsi.
"Atas kejadian tersebut pihak keluarga menolak dilakukan autopsi kemudian menerima kejadian sebagai musibah," tandasnya.
Baca Juga: 18 Tahanan Polres Gowa Non Reaktif Covid-19 Dipindahkan ke Rutan
(agn)
Lihat Juga :