Rayakan HUT ke-101, RSCM Luncurkan Aplikasi Telekonsultasi Siapdok
Sabtu, 21 November 2020 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai pilot project Kementerian Kesehatan untuk menjadi Rumah Sakit Kelas Dunia (world class hospital), RSCM juga didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika khususnya oleh BLU BAKTI, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk berkolaborasi dalam percepatan implementasi Telekonsultasi untuk masyarakat yang membutuhkan.
Program Telekonsultasi ini sejalan dengan rencana strategis RSCM sebagai flagship hospital bangsa Indonesia dengan kualitas Internasional.
"Tujuan Telekonsultasi ini ada tiga yaitu pertama sebagai upaya peningkatan akses masyarakat pada layanan kami secara aman, kedua untuk meningkatkan produktivitas pelayanan dokter secara aman pula karena kami harus menjaga serta melindungi mereka khususnya sebagai aset bangsa dan produktivitas masyarakat yang terjaga kesehatannya di masa pandemi serta ketiga adalah meningkatkan kapasitas layanan kami baik in-hospital, pra-hospital dan post-hospital. Direksi dan manajemen konsisten bekerja untuk memastikan layanan mutakhir hadir di RSCM sehingga mendukung visi Presiden menuju Indonesia Sehat 2025,” ujar Lies di IPT RSCM Kencana, Sabtu (21/11/2020).
Mudahnya masyarakat mengakses internet dengan variasi gadget yang dipunyai turut menjadi faktor pencetus lahirnya Telekonsultasi. (Baca juga: Harapan untuk Pasien, RSCM Hadirkan Layanan Transplantasi Ginjal Sesuai Protokol Kebiasaan Baru)
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 196 juta. Angka ini sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah aplikasi dan pengunduh layanan Telekonsultasi di aplikasi smartphone.
Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSCM Sumariyono mengatakan, Telekonsultasi harus disikapi dengan bijak dan penuh kehati-hatian. “Layanan ini seharusnya berinduk pada rumah sakit yang memiliki fasilitas pemeriksaan, perawatan, pengobatan, penegakan diagnosis, dan rekam medik yang terintegrasi. RSCM adalah suatu sarana yang memiliki berbagai kelengkapan tersebut dan sangat tepat bila merambah dunia Telemedicine. Kami bekerjasama dengan PT Telekonsultasi Indonesia untuk perluasan cakupan layanan," ungkapnya.
Program Telekonsultasi ini sejalan dengan rencana strategis RSCM sebagai flagship hospital bangsa Indonesia dengan kualitas Internasional.
"Tujuan Telekonsultasi ini ada tiga yaitu pertama sebagai upaya peningkatan akses masyarakat pada layanan kami secara aman, kedua untuk meningkatkan produktivitas pelayanan dokter secara aman pula karena kami harus menjaga serta melindungi mereka khususnya sebagai aset bangsa dan produktivitas masyarakat yang terjaga kesehatannya di masa pandemi serta ketiga adalah meningkatkan kapasitas layanan kami baik in-hospital, pra-hospital dan post-hospital. Direksi dan manajemen konsisten bekerja untuk memastikan layanan mutakhir hadir di RSCM sehingga mendukung visi Presiden menuju Indonesia Sehat 2025,” ujar Lies di IPT RSCM Kencana, Sabtu (21/11/2020).
Mudahnya masyarakat mengakses internet dengan variasi gadget yang dipunyai turut menjadi faktor pencetus lahirnya Telekonsultasi. (Baca juga: Harapan untuk Pasien, RSCM Hadirkan Layanan Transplantasi Ginjal Sesuai Protokol Kebiasaan Baru)
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 196 juta. Angka ini sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah aplikasi dan pengunduh layanan Telekonsultasi di aplikasi smartphone.
Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSCM Sumariyono mengatakan, Telekonsultasi harus disikapi dengan bijak dan penuh kehati-hatian. “Layanan ini seharusnya berinduk pada rumah sakit yang memiliki fasilitas pemeriksaan, perawatan, pengobatan, penegakan diagnosis, dan rekam medik yang terintegrasi. RSCM adalah suatu sarana yang memiliki berbagai kelengkapan tersebut dan sangat tepat bila merambah dunia Telemedicine. Kami bekerjasama dengan PT Telekonsultasi Indonesia untuk perluasan cakupan layanan," ungkapnya.
Lihat Juga :