5 Bulan Dihantam Badai Pandemi COVID-19, Pelaku UMKM Minahasa Utara Berupaya Bangkit
Sabtu, 21 November 2020 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
"Maret hingga juli itu paling berat, ada produksi tapi hanya 10 persen, permintaan ada tapi hanya sedikit dan tidak pasti," kata Mey. Kondisi itu tak membuat Mey menyerah, dia tetap bertahan. Baginya, di mana ada usaha dan kesabaran pasti ada jalan. Perlahan namun pasti semangatnya berbuah hasil, satu persatu permintaan mulai berdatangan.
Sejak Agustus hingga kini, pelanggan tetap mulai meminta produknya. Toko souvenir dan ritel moderen mulai meminta produknya, begitu juga dengan pembelian online , mulai lancar lagi. (Baca juga: Eri Cahyadi-Armudji Dapat Suntikan Dukungan Dari Barisan Soekarnois )
Meski belum berjalan normal seperti biasa, namun dia sudah kembali mempekerjakan tiga orang ibu rumah tangga. "Sebulan rata-rata bisa menjual sedikitnya 1.200 kemasan kantong nike tore ukuran 120 gram/kemasan, omset/bulan Rp15 juta- 20 juta," pungkasnya.
Sejak Agustus hingga kini, pelanggan tetap mulai meminta produknya. Toko souvenir dan ritel moderen mulai meminta produknya, begitu juga dengan pembelian online , mulai lancar lagi. (Baca juga: Eri Cahyadi-Armudji Dapat Suntikan Dukungan Dari Barisan Soekarnois )
Meski belum berjalan normal seperti biasa, namun dia sudah kembali mempekerjakan tiga orang ibu rumah tangga. "Sebulan rata-rata bisa menjual sedikitnya 1.200 kemasan kantong nike tore ukuran 120 gram/kemasan, omset/bulan Rp15 juta- 20 juta," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :