Indonesia Care Apresiasi Tim Squad BNPB Hadapi Potensi Bencana Besar, PBI Konsolidasi Relawan
Sabtu, 21 November 2020 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Dikatakannya Indonesia CARE menganut Total Disaster Management (TDM). "Kita bantu dari pra bencana dengan edukasi, saat bencana dan pascabencana yang disebut masa recovery. Kita juga rencananya bersama relawan dokter hewan akan berupaya untuk melakukan animal rescue memberikan vitamin kepada sapi-sapi ternak yang ditinggalkan oleh para peternak agar saat mengungsi ke bawah lereng bisa tenang meninggalkannya," tambah Anca.
Dia juga berharap kepada NGO-NGO agar dalam memberikan bantuan ke masyarakat dapat membeli logistiknya dari pasar atau warung milik masyatakat setempat sehingga roda ekonomi daerah tersebut tetap bisa berputar.
Ditempat yang sama Ketua tim Squad PBI, Subur Rojinawi mengungkapkan Tim Squad PBI sendiri keanggotaannya dari berbagai lembaga/organisasi dan komunitas yang memiliki relawan kemanusiaan didalamnya. "Lebih dari 100 NGO dan organisasi kemanusiaan yang tergabung di PBI. Tim ini memang lahir karena intensitas pertemuan yang tinggi diantara para relawan kemanusiaan ketika merespon bencana. Mereka butuh saling membantu, berkoordinasi, bersinergi dalam memberikan bantuan," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini Indonesia CARE terus mengimbau dan mengajak donatur untuk menguatkan dukungan bagi para penyintas bencana. "Setidaknya setiap keluarga di lokasi potensi bencana bisa teredukasi tentang potensi bencana yang ada di daerahnya dan bagaimana mengevakuasi diri. Bahkan perlu diadakan tas siaga bencana. Tas ini penting saat bencana terjadi dan belum ada bantuan dari manapun. Tas ini perlu minimal satu keluarga dengan satu tas," ujar direktur eksekutif Indonesia CARE, Lukman Azis dihubungi secara terpisah.
Tas siaga bencana sendiri lanjut Lukman isinya meliputi makanan dan minuman ringan yang mengenyangkan seperti biskuit, kue-kue kering tahan lama, berbagai alat bersih diri, obat-obatan, baju satu atau dua stel serta peralatan kedaruratan lainnya.
Dia juga berharap kepada NGO-NGO agar dalam memberikan bantuan ke masyarakat dapat membeli logistiknya dari pasar atau warung milik masyatakat setempat sehingga roda ekonomi daerah tersebut tetap bisa berputar.
Ditempat yang sama Ketua tim Squad PBI, Subur Rojinawi mengungkapkan Tim Squad PBI sendiri keanggotaannya dari berbagai lembaga/organisasi dan komunitas yang memiliki relawan kemanusiaan didalamnya. "Lebih dari 100 NGO dan organisasi kemanusiaan yang tergabung di PBI. Tim ini memang lahir karena intensitas pertemuan yang tinggi diantara para relawan kemanusiaan ketika merespon bencana. Mereka butuh saling membantu, berkoordinasi, bersinergi dalam memberikan bantuan," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini Indonesia CARE terus mengimbau dan mengajak donatur untuk menguatkan dukungan bagi para penyintas bencana. "Setidaknya setiap keluarga di lokasi potensi bencana bisa teredukasi tentang potensi bencana yang ada di daerahnya dan bagaimana mengevakuasi diri. Bahkan perlu diadakan tas siaga bencana. Tas ini penting saat bencana terjadi dan belum ada bantuan dari manapun. Tas ini perlu minimal satu keluarga dengan satu tas," ujar direktur eksekutif Indonesia CARE, Lukman Azis dihubungi secara terpisah.
Tas siaga bencana sendiri lanjut Lukman isinya meliputi makanan dan minuman ringan yang mengenyangkan seperti biskuit, kue-kue kering tahan lama, berbagai alat bersih diri, obat-obatan, baju satu atau dua stel serta peralatan kedaruratan lainnya.
(hab)
Lihat Juga :