Pilkada Tangsel, Konsepindo Sebut Peluang Benpilar Lebih Tinggi
Jum'at, 20 November 2020 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Sapraji menambahkan, perbedaan hasil survei antar lembaga merupakan hal biasa. Bisa saja pada satu lembaga survei, salah satu pasangan calon terdeteksi positif laju kenaikan elektabilitasnya, bisa juga sebaliknya. (Baca juga: Survei Indikator, Muhamad-Saraswati Unggul dari Benyamin-Pilar)
Menurutnya, para paslon dan timses serta konsultan politiknya justru harus berterima kasih jika ada lembaga yang murah hati mau membuka surveinya ke publik. Itu artinya ada tambahan data pembanding buat mereka. Soal siapa yang menang di survei itu tidak masalah, yang terpenting adalah menang pada hari pencoblosan.
"Kalau menangnya di quick count baru itu repot sekali, karena itu bukan survei opini tapi hitung cepat sistematis. Intinya hasil survei Indikator ini bisa jadi referensi bagi siapapun, khususnya bagi Banpilar untuk memenangkan kontestasi," ujarnya.
Mengenai ramainya pembahasan hasil survei Indikator itu, ia menilai hal demikian sebagai seuatu yang wajar. Kalau melihat data tracking Indikator yang dipublikasikan kemarin, jelas sekali terlihat sebenarnya baru pada awal November 2020, Muhamad menyalip Benyamin, itupun dinyatakan masih dalam arsir margin error.
Jelas sekali terlihat datanya, kalau Muhamad sebelumnya selalu kalah. Melalui data Indikator kita bisa lihat Muhamad melesat elektabilitasnya dalam dua bulan terakhir.
Menurutnya, para paslon dan timses serta konsultan politiknya justru harus berterima kasih jika ada lembaga yang murah hati mau membuka surveinya ke publik. Itu artinya ada tambahan data pembanding buat mereka. Soal siapa yang menang di survei itu tidak masalah, yang terpenting adalah menang pada hari pencoblosan.
"Kalau menangnya di quick count baru itu repot sekali, karena itu bukan survei opini tapi hitung cepat sistematis. Intinya hasil survei Indikator ini bisa jadi referensi bagi siapapun, khususnya bagi Banpilar untuk memenangkan kontestasi," ujarnya.
Mengenai ramainya pembahasan hasil survei Indikator itu, ia menilai hal demikian sebagai seuatu yang wajar. Kalau melihat data tracking Indikator yang dipublikasikan kemarin, jelas sekali terlihat sebenarnya baru pada awal November 2020, Muhamad menyalip Benyamin, itupun dinyatakan masih dalam arsir margin error.
Jelas sekali terlihat datanya, kalau Muhamad sebelumnya selalu kalah. Melalui data Indikator kita bisa lihat Muhamad melesat elektabilitasnya dalam dua bulan terakhir.
Lihat Juga :