Diduga Telah Terjadi Mutasi Virus Corona di Blitar
Jum'at, 20 November 2020 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
"Diduga lebih ganas (mutasi COVID-19). Saat ini yang bersangkutan dirawat di RSUD Mardi Waluyo Blitar," terang Krisna Yekti. Dalam dugaan terjadinya mutasi virus COVID-19 tersebut, Krisna menyodorkan sejumkah bukti komparasi kasus.
Ia membandingkan fenomena penularan COVID-19 di Kabupaten Blitar yang terjadi di periode awal. Kalau kasus di awal, kata Krisna Yekti, seseorang yang berkontak erat dengan pasien positif berstatus orang tanpa gejala (OTG), seringkali tidak tertular. "Dulu, saat diswab hasilnya negatif," papar Krisna Yekti. Berbeda dengan hari ini.
Setiap orang yang pernah berkontak erat dengan pasien positif OTG bisa dipastikan hasil swab testnya juga positif. Karenannya, saat ini di Kabupaten Blitar banyak muncul klaster keluarga dan pondok pesantren. Krisna mencontohkan kasus yang terjadi di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon.
"Setelah ada salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia karena positif COVID-19, anggota keluarga lain saat diswab juga positif," terang Krisna Yekti. Tercatat hingga 19 November, dari jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar sebanyak 991 kasus, 854 orang diantaranya dinyatakan sembuh. Sisanya 76 orang meninggal dunia, 28 menjalani perawatan di rumah sakit dan selebihnya diisolasi.
Dengan dugaan adanya mutasi virus COVID-19 tersebut, pasien yang sebelumnya dinyatakan sembuh, tidak serta merta menjadi kebal. Mereka yang telah sembuh, kata Krisna Yekti harus juga tetap waspada. Anggapan mereka yang pernah tertular COVID-19 dan sembuh akan kebal, terbukti tidak benar. "Katanya kebal itu tidak benar," jelas Krisna Yekti yang menghimbau masyarakat Kabupaten Blitar untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
Ia membandingkan fenomena penularan COVID-19 di Kabupaten Blitar yang terjadi di periode awal. Kalau kasus di awal, kata Krisna Yekti, seseorang yang berkontak erat dengan pasien positif berstatus orang tanpa gejala (OTG), seringkali tidak tertular. "Dulu, saat diswab hasilnya negatif," papar Krisna Yekti. Berbeda dengan hari ini.
Setiap orang yang pernah berkontak erat dengan pasien positif OTG bisa dipastikan hasil swab testnya juga positif. Karenannya, saat ini di Kabupaten Blitar banyak muncul klaster keluarga dan pondok pesantren. Krisna mencontohkan kasus yang terjadi di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon.
"Setelah ada salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia karena positif COVID-19, anggota keluarga lain saat diswab juga positif," terang Krisna Yekti. Tercatat hingga 19 November, dari jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar sebanyak 991 kasus, 854 orang diantaranya dinyatakan sembuh. Sisanya 76 orang meninggal dunia, 28 menjalani perawatan di rumah sakit dan selebihnya diisolasi.
Dengan dugaan adanya mutasi virus COVID-19 tersebut, pasien yang sebelumnya dinyatakan sembuh, tidak serta merta menjadi kebal. Mereka yang telah sembuh, kata Krisna Yekti harus juga tetap waspada. Anggapan mereka yang pernah tertular COVID-19 dan sembuh akan kebal, terbukti tidak benar. "Katanya kebal itu tidak benar," jelas Krisna Yekti yang menghimbau masyarakat Kabupaten Blitar untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
(msd)
Lihat Juga :