Diduga Telah Terjadi Mutasi Virus Corona di Blitar

Jum'at, 20 November 2020 - 13:07 WIB
loading...
Diduga Telah Terjadi...
ilustrasi
A A A
BLITAR - Seorang pasien positif COVID-19 di Kabupaten Blitar yang sebelumnya sudah dinyatakan sembuh, ternyata kembali terkonfirmasi positif. Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar menilai kasus reinfeksi (terinfeksi ulang) yang pertama ini diduga akibat mutasi virus COVID-19.

"Kasus rerinfeksi ini diduga akibat mutasi virus (COVID-19)," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti kepada wartawan. Pasien rerinfeksi ini merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Blitar. Pada bulan Agustus atau empat bulan sebelumnya, yang bersangkutan dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. (Baca juga: Sudah Enam Kepala Daerah di Pulau Jawa Terinfeksi COVID-19 )

Setelah menjalani perawatan, termasuk mengikuti protokol kesehatan, pasien dinyatakan sembuh. Hasil swab test lanjutan dinyatakan negatif. Sejak itu ia dibolehkan kembali beraktifitas seperti biasa. Namun belum lama ini yang bersangkutan kembali mengeluhkan gejala serupa. Hal itu menyusul adanya satu orang ASN di lingkungan kerjanya yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Untuk memastikan kesehatannya, yakni karena memiliki komorbit (penyakit penyerta typoid (tipus), kata Krisna Yekti yang bersangkutan ikut swab test. "Dan hasilnya ternyata positif COVID-19. Dan itu mengejutkan," kata Krisna Yekti. Pada kasus yang pertama kali di Kabupaten Blitar ini, petugas juga menemukan kondisi kesehatan pasien yang berbeda dari positif sebelumnya.

Dibanding saat terinfeksi yang pertama, kondisi kesehatan pasien pada reinfeksi ini, Kata Krisna Yekti lebih buruk. Hal itu yang memunculkan asumsi, mutasi COVID-19 lebih ganas dari virus awal. (Baca juga: Heboh...Demi Bunga Kesayangan, Mobil Seharga Rp105 Juta Ditukar 4 Tanaman Hias )

"Diduga lebih ganas (mutasi COVID-19). Saat ini yang bersangkutan dirawat di RSUD Mardi Waluyo Blitar," terang Krisna Yekti. Dalam dugaan terjadinya mutasi virus COVID-19 tersebut, Krisna menyodorkan sejumkah bukti komparasi kasus.

Ia membandingkan fenomena penularan COVID-19 di Kabupaten Blitar yang terjadi di periode awal. Kalau kasus di awal, kata Krisna Yekti, seseorang yang berkontak erat dengan pasien positif berstatus orang tanpa gejala (OTG), seringkali tidak tertular. "Dulu, saat diswab hasilnya negatif," papar Krisna Yekti. Berbeda dengan hari ini.

Setiap orang yang pernah berkontak erat dengan pasien positif OTG bisa dipastikan hasil swab testnya juga positif. Karenannya, saat ini di Kabupaten Blitar banyak muncul klaster keluarga dan pondok pesantren. Krisna mencontohkan kasus yang terjadi di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon.

"Setelah ada salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia karena positif COVID-19, anggota keluarga lain saat diswab juga positif," terang Krisna Yekti. Tercatat hingga 19 November, dari jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar sebanyak 991 kasus, 854 orang diantaranya dinyatakan sembuh. Sisanya 76 orang meninggal dunia, 28 menjalani perawatan di rumah sakit dan selebihnya diisolasi.

Dengan dugaan adanya mutasi virus COVID-19 tersebut, pasien yang sebelumnya dinyatakan sembuh, tidak serta merta menjadi kebal. Mereka yang telah sembuh, kata Krisna Yekti harus juga tetap waspada. Anggapan mereka yang pernah tertular COVID-19 dan sembuh akan kebal, terbukti tidak benar. "Katanya kebal itu tidak benar," jelas Krisna Yekti yang menghimbau masyarakat Kabupaten Blitar untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Petugas Lapas Blitar...
2 Petugas Lapas Blitar Diperiksa terkait Dugaan Jual Beli Sel Khusus Rp100 Juta
Mutasi Polri, Jenderal...
Mutasi Polri, Jenderal Sigit Tunjuk 6 Polwan Jadi Kapolres
Unitomo Pemberdayaan...
Unitomo Pemberdayaan Kewirausahaan dan Manajemen Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud Blitar
Rotasi Pejabat Pemkot...
Rotasi Pejabat Pemkot Bekasi Disorot, Adik dan Ipar Wali Kota Tri Adhianto Raih Kursi Strategis
Siswa SMP di Blitar...
Siswa SMP di Blitar Jadi Korban Bullying Massal, Sahroni Minta Polisi Putus Mata Rantai Kekerasan Anak
Memilukan! Siswa SMP...
Memilukan! Siswa SMP di Blitar Jadi Korban Bullying Massal
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved