Miris! Puluhan Tahun Pemuda Gangguan Jiwa Dipasung di Batubara
Senin, 11 Mei 2020 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut keterangan Kades Siswanto, Hanafi tinggal hanya berdua dengan orang tuanya Abdul Muis (80 th) tanpa pekerjaan sementara ibunya bernama Maimunah telah meninggal dunia gantung diri karena kaluarga malu melihat anaknya mengalami gangguan Jiwa, dan gak terima kalau anak kandungnya harus dikurung.
Sementara, Kepala Puskesmas Simpang Dolok Dokter Dina yang ikut mendampingi kunjungan Kapolres ini mengatakan bahwa kalau tunggakan iuran BPJS Hanafi sebesar Rp2.000.000 jika dibayar maka Hanafi dapat dirujuk berobat ke RS Jiwa.
Mendengar ini Kapolres Batubara meminta agar Ka Puskesmas Simpang Dolok segera memproses kartu keanggotaan BPJS Hanafi dan Kapolres yang akan menanggung semua biayanya.
Disela tangisnya menerima bantuan Sembako dan uang dari Kapolres Batubara, Abdul Muis menceritakan perihal kehidupannya dengan anaknya yang mengalami gangguan jiwa ini.
"Anak saya mengalami gangguan sekitar 18 tahun lalu saat berumur 14 tahun yang sempat kecanduan Narkoba jenis Ganja dan Pil Koplo," katanya sambil terus menangis.
Sementara, Kepala Puskesmas Simpang Dolok Dokter Dina yang ikut mendampingi kunjungan Kapolres ini mengatakan bahwa kalau tunggakan iuran BPJS Hanafi sebesar Rp2.000.000 jika dibayar maka Hanafi dapat dirujuk berobat ke RS Jiwa.
Mendengar ini Kapolres Batubara meminta agar Ka Puskesmas Simpang Dolok segera memproses kartu keanggotaan BPJS Hanafi dan Kapolres yang akan menanggung semua biayanya.
Disela tangisnya menerima bantuan Sembako dan uang dari Kapolres Batubara, Abdul Muis menceritakan perihal kehidupannya dengan anaknya yang mengalami gangguan jiwa ini.
"Anak saya mengalami gangguan sekitar 18 tahun lalu saat berumur 14 tahun yang sempat kecanduan Narkoba jenis Ganja dan Pil Koplo," katanya sambil terus menangis.
Lihat Juga :