Kapal Ikan Berbendera Malaysia Diringkus KKP di Selat Malaka
Jum'at, 20 November 2020 - 04:25 WIB
loading...
A
A
A
Guna penyelidikan lebih lanjut, kapal dan ABK kapal Malaysia ini digiring menuju satuan pengawasaan (Satwas) PSDKP Dumai. Adapun nakhoda KM.KHF 1923 dijerat dengan pasal 92 junto pasal 26 ayat 1 dan pasal 98 junto pasal 42 ayat 2 UU No. 45/2009 tentang perubahan atas UU No. 31/2004 tentang Perikanan. "Penangkapan ini menunjukkan komitmen kuat KKP dalam menjaga kelautan dan perikanan nasional," tandasnya.
Sebelumnya, KP. HIU 01 juga telah meringkus dua KIA berbendera Malaysia di Perairan ZEE Indonesia pada Selasa (10/11/2020). Penangkapan saat momen Hari Pahlawan tersebut dilakukan di di Selat Malaka di titik koordinat 03° 10, 325' Lintang Utara (LU) - 100° 30,318' Bujur Timur (BT) dan titik 03° 13, 615' LU - 100° 37,008' BT.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Stasiun PSDKP Belawan, Andri Fahrulsyah menyampaikan bahwa intensitas operasi di Selat Malaka, memang sedang digenjot mengingat pihaknya menerima informasi keberadaan kapal asing yang masih banyak mencuri ikan di Selat Malaka. Hal tersebut berdasarkan informasi dari nelayan maupun hasil overlay data yang disampaikan Pusat Pengendalian (PUSDAL) KKP. "Kami tindak lanjuti informasi dan data pemantauan tersebut," ujar Andri. (Baca juga: Ini Daftar 10 Panambang Emas Asal Tasikmalaya yang Tertimbun Longsor di Kalteng )
Selama kepemimpinan Menteri Edhy Prabowo, KKP telah menangkap 81 kapal ikan dengan rincian 62 Kapal Ikan Asing yang terdiri dari 27 KIA berbendera Vietnam, 16 KIA berbendera Filipina, 18 KIA berbendera Malaysia, dan satu KIA berbendera Taiwan.
Sebelumnya, KP. HIU 01 juga telah meringkus dua KIA berbendera Malaysia di Perairan ZEE Indonesia pada Selasa (10/11/2020). Penangkapan saat momen Hari Pahlawan tersebut dilakukan di di Selat Malaka di titik koordinat 03° 10, 325' Lintang Utara (LU) - 100° 30,318' Bujur Timur (BT) dan titik 03° 13, 615' LU - 100° 37,008' BT.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Stasiun PSDKP Belawan, Andri Fahrulsyah menyampaikan bahwa intensitas operasi di Selat Malaka, memang sedang digenjot mengingat pihaknya menerima informasi keberadaan kapal asing yang masih banyak mencuri ikan di Selat Malaka. Hal tersebut berdasarkan informasi dari nelayan maupun hasil overlay data yang disampaikan Pusat Pengendalian (PUSDAL) KKP. "Kami tindak lanjuti informasi dan data pemantauan tersebut," ujar Andri. (Baca juga: Ini Daftar 10 Panambang Emas Asal Tasikmalaya yang Tertimbun Longsor di Kalteng )
Selama kepemimpinan Menteri Edhy Prabowo, KKP telah menangkap 81 kapal ikan dengan rincian 62 Kapal Ikan Asing yang terdiri dari 27 KIA berbendera Vietnam, 16 KIA berbendera Filipina, 18 KIA berbendera Malaysia, dan satu KIA berbendera Taiwan.
(eyt)
Lihat Juga :