Kapal Ikan Berbendera Malaysia Diringkus KKP di Selat Malaka
Jum'at, 20 November 2020 - 04:25 WIB
loading...
Kapal ikan berbendera Malaysia, ditangkap petugas KKP di Selat Malaka. Foto/Ist.
A
A
A
DUMAI - Aksi pencurian ikan di perairan Indonesia, berhasil digagalkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kapal pencari ikan berbendera Malaysia, diringkus KKP di perairan Selat Malaka. (Baca juga: Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Baru Lahir Dibuang Dalam Kantong Plastik )
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, TB Haeru Rahayu menyebutkan, kapal dengan nomor KM.KHF 1923 tersebut berhasil dicegat oleh KP HIU 08 milik KKP saat sedang melakukan penangkapan secara ilegal pada titik koordinat 03° 00,491'Lintang Utara (LU)-100° 43,318'Bujur Timur (BT).
"Semangat pantang menyerah jajaran kami lagi-lagi membuahkan hasil, satu lagi berhasil ditangkap kapal ikan asing (KIA) berbendera Malaysia," terang sosok yang akrab disapa Tebe di Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Tebe menambahkan, penangkapan dilakukan pada Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 11.28 WIB. Dari kapal tersebut, petugas menangkap Nai Hlaing, nakhoda kapal beserta tiga anak buah kapal (ABK) yang keseluruhannya berkebangsaan Myanmar. "Nakhoda dan awak kapalnya berkebangsaan Myanmar," sambung Tebe. (Baca juga: Tangis Calon Bupati Sidoarjo Pecah Saat Bersimpuh di Kaki Gurunya )
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, TB Haeru Rahayu menyebutkan, kapal dengan nomor KM.KHF 1923 tersebut berhasil dicegat oleh KP HIU 08 milik KKP saat sedang melakukan penangkapan secara ilegal pada titik koordinat 03° 00,491'Lintang Utara (LU)-100° 43,318'Bujur Timur (BT).
"Semangat pantang menyerah jajaran kami lagi-lagi membuahkan hasil, satu lagi berhasil ditangkap kapal ikan asing (KIA) berbendera Malaysia," terang sosok yang akrab disapa Tebe di Jakarta, Rabu (18/11/2020).
Tebe menambahkan, penangkapan dilakukan pada Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 11.28 WIB. Dari kapal tersebut, petugas menangkap Nai Hlaing, nakhoda kapal beserta tiga anak buah kapal (ABK) yang keseluruhannya berkebangsaan Myanmar. "Nakhoda dan awak kapalnya berkebangsaan Myanmar," sambung Tebe. (Baca juga: Tangis Calon Bupati Sidoarjo Pecah Saat Bersimpuh di Kaki Gurunya )
Lihat Juga :