Hanya Demi Upacara Adat untuk Tikus, Warga Bali Rela Keluarkan Biaya Rp250 Juta
Jum'at, 20 November 2020 - 02:05 WIB
loading...
A
A
A
Dengan cara diaben, makna filosofinya yaitu mengantarkan roh tikus yang telah mati ke alamnya dengan baik, sehingga jika nantinya ditakdirkan terlahir kembali maka tidak lagi menjadi hama perusak tanaman padi.
Sebelum Ngaben tikus digelar, warga telah menggelar nggerompyok atau menangkap tikus beramai-ramai di sawah dalam beberapa hari sebelumnya. Ada 250 ekor tikus yang tertangkap.
Di hari pengabenan , ratusan ekor tikus yang telah mati itu lalu ditempatkan ke dalam bade atau menara usungan mayat. Pedanda atau pemuka agama Hindu memimpin jalannya upacara. (Baca juga: Toko Parfum di Kediri Ludes Dilalap Api, Pemilik Rugi Ratusan Juta )
Prosesi dilanjutkan dengan mengarak bade ke pantai untuk dimusnahkan dengan cara dibakar. "Menurut lontar Bali, Merana atau bala itu datangnya dari laut. Sehingga semua akan dikembalikan ke laut," ujar Suka.
Sebelum Ngaben tikus digelar, warga telah menggelar nggerompyok atau menangkap tikus beramai-ramai di sawah dalam beberapa hari sebelumnya. Ada 250 ekor tikus yang tertangkap.
Di hari pengabenan , ratusan ekor tikus yang telah mati itu lalu ditempatkan ke dalam bade atau menara usungan mayat. Pedanda atau pemuka agama Hindu memimpin jalannya upacara. (Baca juga: Toko Parfum di Kediri Ludes Dilalap Api, Pemilik Rugi Ratusan Juta )
Prosesi dilanjutkan dengan mengarak bade ke pantai untuk dimusnahkan dengan cara dibakar. "Menurut lontar Bali, Merana atau bala itu datangnya dari laut. Sehingga semua akan dikembalikan ke laut," ujar Suka.
(eyt)
Lihat Juga :