Membaca Angka Kejahatan Curanmor dalam Masa Pandemi Covid-19
Senin, 11 Mei 2020 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Analisis kejahatan curanmor roda dua terkait dengan tiga variabel utama, yakni pelaku, korban, dan mekanisme pengawasan. Secara demografis, pelaku memiliki pola cenderung sama. Pertama, berjenis kelamin laki-laki. Data statistik menunjukkan bahwa mayoritas pelaku kejahatan adalah laki-laki. Kedua, pelaku cenderung berasal dari kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi (SSE) rendah. Mereka biasanya bekerja di sektor informal yang biasanya memberikan penghasilan rendah. Ketiga, pelaku cenderung berlatar belakang pendidikan rendah: lulusan sekolah dasar atau sekolah menengah. Karena itu, kesempatan mereka untuk bekerja di sektor formal juga cenderung terbatas.
SSE rendah membuat akses mereka terharap terpenuhinya kebutuhan dasar juga cenderung terbatas. Inilah yang mendorong mereka melakukan curanmor. Mereka tentu sudah memikirkan risiko yang akan diterima jika tertangkap, tetapi desakan untuk memenuhi kebutuhan dasar membuat mereka lebih memilih melakukan curanmor. Ini artinya, pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata dalam menciptakan kesejahteraan sosial menjadi faktor utama dalam mengendalikan kejahatan pencurian kendaraan bermotor roda dua.
Data statistik demografis menunjukkan bahwa mayoritas korban adalah laki-laki dengan status kepala rumah tangga/keluarga. Secara budaya patriarki di Indonesia, laki-lakilah yang bertanggung jawab untuk mencari nafkah sehingga mereka bekerja di ruang publik. Sarana transportasi paling rasional (ekonomis) bagi mereka adalah kendaraan bermotor roda dua. Usia korban, secara statistik adalah usia produktif antara 15-65 tahun yang mayoritas juga menggunakan kendaraan bermotor roda dua untuk beraktivitas. Mayoritas SSE korban adalah sedang/menengah yang stabil dan mampu memiliki kendaraan bermotor roda dua.
Variabel ketiga, yaitu pengamanan pada masa pandemi juga penting dalam mencegah atau meminimalisasi curanmor roda dua. Kunci ganda atau kunci elektronik; pola/kebiasaan parkir di tempat dengan sistem parkir tertutup; untuk di rumah: pagar dengan kunci ganda, penerangan yang cukup, CCTV, dan alarm; semuanya dapat mengurangi risiko curanmor roda dua. Singkatnya, kesadaran dan kewaspadaan dari masing-masing individu untuk menjaga aset yang mereka miliki merupakan variabel penting. Siskamling juga bisa menjadi faktor pengurangan risiko karena pengawasan yang intensif oleh masyarakat cenderung dapat mengurangi resiko curanmor roda dua.
SSE rendah membuat akses mereka terharap terpenuhinya kebutuhan dasar juga cenderung terbatas. Inilah yang mendorong mereka melakukan curanmor. Mereka tentu sudah memikirkan risiko yang akan diterima jika tertangkap, tetapi desakan untuk memenuhi kebutuhan dasar membuat mereka lebih memilih melakukan curanmor. Ini artinya, pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata dalam menciptakan kesejahteraan sosial menjadi faktor utama dalam mengendalikan kejahatan pencurian kendaraan bermotor roda dua.
Data statistik demografis menunjukkan bahwa mayoritas korban adalah laki-laki dengan status kepala rumah tangga/keluarga. Secara budaya patriarki di Indonesia, laki-lakilah yang bertanggung jawab untuk mencari nafkah sehingga mereka bekerja di ruang publik. Sarana transportasi paling rasional (ekonomis) bagi mereka adalah kendaraan bermotor roda dua. Usia korban, secara statistik adalah usia produktif antara 15-65 tahun yang mayoritas juga menggunakan kendaraan bermotor roda dua untuk beraktivitas. Mayoritas SSE korban adalah sedang/menengah yang stabil dan mampu memiliki kendaraan bermotor roda dua.
Variabel ketiga, yaitu pengamanan pada masa pandemi juga penting dalam mencegah atau meminimalisasi curanmor roda dua. Kunci ganda atau kunci elektronik; pola/kebiasaan parkir di tempat dengan sistem parkir tertutup; untuk di rumah: pagar dengan kunci ganda, penerangan yang cukup, CCTV, dan alarm; semuanya dapat mengurangi risiko curanmor roda dua. Singkatnya, kesadaran dan kewaspadaan dari masing-masing individu untuk menjaga aset yang mereka miliki merupakan variabel penting. Siskamling juga bisa menjadi faktor pengurangan risiko karena pengawasan yang intensif oleh masyarakat cenderung dapat mengurangi resiko curanmor roda dua.
(ysw)
Lihat Juga :